Analisa 10 cent

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Sebuah Analisa:
"10 CENT"

Beberapa jenis uang kertas proof telah bermunculan dan hal ini memperkaya khasanah numismatika yang selama ini terbelenggu dengan ragam jenis yang itu-itu saja, terlebih lagi jika sekelompok numismatis telah membentengi lingkup koleksinya dengan uang yang beredar atau issued note saja. Padahal dalam dunia numismatik jelas dikenal istilah essay, proof, specimen, issue, dsb. Salah satu jenis proof yang paling banyak beredar adalah "10 CENT" beserta sekutunya: pecahan 1 cent / 5 cent / 25 cent … dan konon … 50 Cent. Kesemua jenis ini sebelumnya tidak pernah dipublikasikan meski sebenarnya telah diketahui keberadaannya sekitar tahun 1998.

Proof 1 sen.jpg Proof 5 sen.jpg
Proof 10 sen.jpg Proof 25 sen.jpg


Keterangan gambar:

  • Pecahan 1 Cent, 5 cent dan 25 Cent yang diragukan keasliannya. Sumber: internet
  • Pecahan 10 Cent.

Secara sekilas jenis ini telah dimuat dalam bulletin ANIJ yang terdahulu. Sedangkan artikel yang lebih mendalam dapat dibaca di web site www.uang-kertas.com. (red: lihat Uang kertas Proof 10-Cent Netherlands Indies) yang digagas oleh Rob Huisman, numismatis dari Belanda yang dikenal sebagai peneliti uang kertas Netherlands Indies.

Pada sekitar Desember 2006 seorang rekan anggota ANIJ meminta pendapat penulis mengenai 10 Cent yang baru saja dibelinya kurang lebih Rp 2.100.000 melalui lelang di internet. Sungguh harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran yang berkisar Rp 3.500.000 hingga Rp 4.500.000. Sedangkan pecahan lainnya yaitu 1 cent , 5 cent dan 25 cent rekan tersebut gagal bersaing mendapatkannya sehingga kesemuanya dipaksa hinggap ke luar negeri. Sebagai acuan pembanding, penulis beruntung memiliki satu lembar pecahan 10 Cent yang didapatkan dua tahun sebelumnya. Menggunakan kaca pembesar dan foto digital ber-resolusi tinggi, penulis mengadakan pengamatan terhadap keduanya. Latar belakang penulis sebagai pekerja seni rupa sangat membantu dalam melakukan analisa. Berikut ini adalah perbandingannya:

Perbandingan proof.jpg


Keterangan gambar:

  • PEMBANDING adalah tengah atas. CETAK BARU berada di kanan & kiri bawah
  • Foto diambil pada 11 Januari 2007
1. DIMENSI
- PEMBANDING: 60 mm x 100 mm
- CETAK BARU: 59 mm x 98 mm
2. GAMBAR DISAIN
- PEMBANDING dan CETAK BARU: satu (1) sisi observe. Reserve = blank.
3. CETAKAN
- PEMBANDING cetakan adalah sempurna, tajam, tidak pecah jika dilihat dengan cara diperbesar meski beberapa puluh kali lipat.
- CETAK BARU: cetakan menjadi pecah dan kabur jika diperbesar. Gambar dan margin uang adalah berasal dari paduan garis miring \\\\\\\\. Jenis cetakan seperti ini biasanya berasal dari cetakan komputer modern.
4. WARNA
- PEMBANDING: lebih terang dan cerah. Warna dasar putih kekuningan adalah berasal dari warna jenis kertas yang dipergunakan, bukan pigmen warna. Dengan menggunakan diagram warna yang penulis miliki yakni dari Danapaint MagiColor, warna kertas yang dipergunakan baik observe maupun reverse mendekati warna “Basket Beige 4061P”.
- CETAK BARU: warna cenderung lebih gelap. Warna kuning kemerahan yang ditampilkan adalah berasal dari pigmen warna yang dipadukan sehingga menyerupai warna dasar kertas jenis pembanding. Dengan standard yang sama: warna observe mendekati warna Sunshine Tea 5054T, sedangkan bagian reverse lebih terang akibat warna asli kertas tersebut yang mendekati "Basket Beige 4061P".
Perbandingan proof 2.jpg


Keterangan gambar:

  • PEMBANDING (atas) lebih terang warnanya. CETAK BARU (bawah): lebih gelap kemerahan
  • PEMBANDING memiliki serat fibre & foxing. CETAK BARU: serat fibre & foxing adalah hasil cetakan
  • PEMBANDING warna dasar adalah asli warna kertas. CETAK BARU: hasil warna cetakan. Perhatikan garis diagonal \\\\\\
5. KERTAS
- Sulit dideteksi kecuali menggunakan pembuktian berbasis teknologi.
6. TINTA
- Sulit dideteksi kecuali menggunakan pembuktian berbasis teknologi.
- PEMBANDING: menggunakan tinta dof.
- CETAK BARU: tinta terlihat berkilau (glossy).
7. FOXING
- Seperti umumnya uang kertas yang beredar di negara beriklim tropis, maka jenis PEMBANDING inipun tidak terlepas dari penyakit tropis atau noktah kecoklatan akibat tingginya kelembaban / humiditas cuaca, yang lebih sering disebut foxing. Penyakit ini biasanya tembus dari atas (observe) ke belakang (reserve).
- CETAK BARU: aneh bin ajaib, juga terdapat foxing namun berasal dari pewarnaan yang dibuat-buat sehingga menyerupai flek kecoklatan. Akibatnya "flek foxing" ini tidak menembus sisi lainnya
8. SERAT FIBER
- Uang kertas memiliki berbagai pengaman, di antaranya adalah adanya serabut fiber. Pada PEMBANDING hal ini tampak jelas di seluruh bagian kertas bagian depan maupun belakang. Meski dapat dilakukan, penulis tidak berniat mencabut sehelaipun serat fibre ini karena hal ini dapat merusak kondisi.
- CETAK BARU: "serat fiber" ini juga ada! Namun yang menggelikan "fiber" ini berasal dari gambar cetakan yang dibuat sehingga mengesankan adanya serat pengaman.

Semua serba kebetulan, karena beberapa saat kemudian seorang rekan memiliki set 1-5-10-25 cent yang hendak dijual. Namun setelah menengok keberadaan barang tersebut dan berdasarkan analisa di atas, penulis membatalkan untuk membelinya. Tak lama berselang rekan Rob Huisman yang juga mengadakan korespondensi email dengan penulis (6 Januari 2007) mengenai kejanggalan jenis ini, yang dianggapnya memiliki perbedaan dengan koleksi yang dimilikinya beberapa waktu lampau. Tulisan ybs mengenai hal ini dapat diakses pada http://home.kpn.nl/huism494/10centproofnote.pdf. (red: lihat Uang kertas Proof 10-Cent Netherlands Indies)

KESIMPULAN:
Analisa seperti tersebut di atas masih dapat diperdebatkan jika terdapat fakta baru Namun sangat sulit sebuah benda disebut asli, jika ciri-ciri keaslian justru dikaburkan atau dibuat-buat oleh benda tersebut. Sedangkan pada benda yang disebut asli, ciri keaslian sudah melekat pada benda itu sendiri. Jadi meski 10 Cent pembanding masih belum dapat dipastikan keasliannya, sebaliknya adalah 10 Cent milik rekan tersebut – atau uang sejenis yang berciri-ciri identik – hampir pasti diragukan keasliannya (jika kata-kata “palsu” dianggap sarkartis).

Meskipun belum terbukti, keberadaan pecahan 1-5-25 Cent (dan 50 Cent?) kemungkinan besar adalah nyata ada. Sedangkan yang beredar dipasaran adalah copy dari pecahan-pecahan tersebut. Dugaan ini berdasarkan tiruan pada pecahan 10 Cent yang sedemikian sempurna, yang tentu saja bisa dilakukan jika ada jenis yang asli. Pertanyaan berikutnya timbul: lantas mengapa hanya pecahan 10 Cent yang banyak muncul?

Analisa dengan adanya pembanding yang serupa jauh lebih mudah dilakukan sebab tanpa pembanding seorang numismatis meski telah dianggap berpengalaman gampang terjerumus dalam lembah kerugian akibat membeli barang palsu. Penulispun pernah membeli dan menjual barang palsu yang dibeli dari kota Semarang, karena ketiadaan referensi. Analisa tentang "10 CENT" di atas adalah untuk menularkan informasi, bukan untuk mendiskreditkan satu pihak manapun juga. Sangat wajar analisa seperti ini akan segera menuai kritik dari berbagai pihak. Sanggahan dengan senang hati kami nantikan.

Jakarta, 26 September 2008
UnO

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools