Benda Numismatik Sebagai Alternatif Instrument Investasi Yang Menarik

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Makalah ini disajikan dalam Seminar Nasional yang diadakan Bank Indonesia (2009) oleh Wisnu Baskoro ( www.kintamoney.com )

Contents

Pendahuluan

Sebagaimana kita ketahui, sejarah sebagai sumber informasi mempunyai arti penting sebagai tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Dari fakta sejarah dapat dipetik suri tauladan yang bermanfaat bagi generasi yang lebih muda sebagaimana diungkapkan ahli sejarah bahwa: "Melalui sejarah kita dapat menjadi sadar akan hakekat keadaan kita sebenarnya, kejadian di masa lampau memberi makna pada kehidupan kita sekarang, sehingga kita dapat mengetahui dan dapat mengambil hikmah daripada contoh-contoh keberhasilan maupun contoh kegagalan atau kekurangan".

Pengungkapan sejarah masa lalu dapat dilakukan dengan menelusuri benda-benda peninggalan yang ditemukan sampai saat ini, seperti peninggalan kejayaan Sriwijaya (abad 8-9M) dengan Borobudurnya. Selain itu, penelusuran sejarah dapat juga melalui peninggalan mata uang. Dari mata uang yang digunakan saat itu dapat ditelusuri latar belakang sejarahnya.

Berdasarkan penemuan koin-koin China dari Dinasti Tang (bahkan sebelumnya) sampai Dinasti Qing, khususnya di tanah Jawa, dapat diketahui bahwa mata uang tersebut digunakan sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender), baik dari jaman kerajaan di Nusantara dulu, jaman penjajahan Belanda bahkan sampai Indonesia merdeka. Bahkan di Bali, mata uang China tersebut masih berlaku sampai awal tahun 1950-an. Begitu panjangnya periode berlakunya koin-koin China di luar negaranya sendiri ini dapat menunjukkan betapa hebatnya bangsa China dalam kiprahnya di perdagangan internasional di masa itu. Dengan mempelajari tentang uang kuno inilah kita akan dapat mengetahui hal-hal yang terjadi saat itu. Bidang study yang mempelajari tentang mata uang, seperti koin, uang kertas, token dan alat-alat tukar lainnya itulah yang disebut dengan NUMISMATIK.

Mengingat keterbatasan waktu, untuk kali ini akan dibahas seputar dunia koleksi-mengoleksi mata uang, baik koin maupun uang kertas dan juga termasuk uang perkebunan (plantation token). Lebih fokus lagi, pembahasan mengenai koleksi-mengoleksi ini tidak hanya sekedar mengoleksi lantara kecintaan terhadap suatu karya seni, tapi lebih kepada tinjauan benda numismatik sebagai salah satu instrumen investasi yang sangat menarik. Koleksi-mengoleksi adalah dunia yang unik, yang dapat mempertemukan kecintaan terhadap suatu karya seni dan suatu harapan keuntungan komersial. Benda-benda numismatik merupakan benda unik yang disetiap jenisnya berlatar-belakang sejarah. Benda-benda tersebut akan kurang maknanya bila keberadaannya sekedar untuk kepentingan romantisme semata. Ada baiknya kepentingan romantisme tersebut dipertemukan dengan suatu harapan keuntungan komersial.

Tentunya jumlah setiap item dari benda numismatik tidak mungkin bertambah jumlahnya, bahkan dapat dipastikan selalu berkurang misalnya karena dampak terjadi tsunami, gempa, rusak/hilang, dsb. Seperti kita ketahui dalam Ekonomi pada hukum Supply - Demand (Penawaran - Permintaan), disebutkanlah bahwa "semakin supply berkurang, terjadilah peningkatan harga" - begitu pula sebaliknya. Begitupun dengan benda numismatik yang jumlah keberadaannya SELALU berkurang, otomatis tingkat HARGA akan selalu meningkat.

Dalam seminar kali ini, diutarakan hal-hal mengenai:

  1. Pengelompokan/kedudukan Numismatist dalam dunia numismatik
  2. Pasar Numismatik
  3. Tips Ber-Numismatika-ria
    1. Penetapan kedudukan dalam numismatik
    2. Penetapan besarnya dana
    3. Informasi terbaru
    4. Penguasaan Product knowledge
    5. Focus
  4. Benda Numismatik sebagai Instrument Investasi yang potensial.

Pengelompokan/kedudukan Numismatist dalam dunia numismatik

Dengan kesadaran bahwa Numismatik sebagai instrumen Investasi dapat mendatangkan keuntungan komersial, akanlah sangat menarik ditelusuri lebih jauh. Bila kata investasi muncul, yang terpikir dibenak kita adalah kebutuhan tersedianya dana yang banyak. Tidaklah demikian halnya yang terjadi dalam investasi di dunia numismatik yang sangat unik. Karena keunikannya inilah, maka investasi dalam numismatik dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelompok yaitu:

Kelompok Pertama sebagai Kelompok Iseng

Investasi ini dapat dilakukan dengan modal sebesar uang jajan anak sekolah. Kelompok orang yang senang mengumpulkan uang kuno dengan tidak serius, walaupun kadang membelanjakan dengan jumlah uang yang tidak sedikit.Seiring dengan berjalanya waktu tentunya terjadi kenaikan harga dari barang yg dibelinya dan biasanya setelah menyadari adanya tambahan nilai uang yg iseng dibelinya maka umumnya kelompok ini akan lebih serius lagi, misal berkembang menjadi seorang Kolektor

Kelompok Kedua sebagai Kelompok Kolektor

Kelompok iseng di numismatik bukanlah iseng sembarang iseng. Dengan perjalanan waktu, diiringi kerajinan dan disiplin, dalam perjalanannya sering tidak disadari muncul kecintaan terhadap uang kuno yang dibelinya sehingga iseng-ria ini berkembang menjadi mulai mengoleksi sebagai kolektor. Itulah proses yang biasanya terjadi, berawal dari iseng berlanjut menjadi kolektor, meskipun tidak semua kolektor berawal demikian. Sebagai kolektor, umumnya sudah mulai muncul kecintaan terhadap item yang dikoleksinya, yang kemudian memunculkan keingintahuan tentang benda koleksinya. Saat itulah juga akan muncul banyak latar belakang sejarah menyertai setiap benda koleksi.

Kelompok Ketiga sebagai Kelompok "KolekDol - Kolektor sambil dodolan/Jualan"

Pada akhirnya (biasanya) sifat exclusivisme seorang kolektor akan muncul kemudian. Tidaklah sadar bahwa sifat tersebut akan menggiring langkahnya sebagai seorang investor (dalam tanda kutip). Sifat sejati seorang kolektor yang tidak akan pernah puas, mendorong untuk semakin dalam berkoleksi-ria, hingga sering terjadi memiliki item yang sama lebih dari satu dan telah menyadari bahwa koleksi-mengoleksi dapat mendatangkan kepuasan dan keuntungan komersial. Inilah yang saya istilahkan dengan tahap ketiga.

Kelompok Keempat sebagai Kelompok Pedagang/Dealer

Umumnya, walaupun tidak semua, setelah merasakan keuntungan ekonomis (economic gain), banyak yang beralih menjadi pedagang - dealer. Mulailah kegiatan berdagang-ria dan tahap inilah yang saya kelompokkan tahap keempat.

Kelompok Kelima adalah Kelompok Investor

Sebagai investor tentunya satu hal yang diharapkan adalah keuntungan economy ( economic gain ) dari sejumlah uang yg diinvestasikan dalam bentuk uang kuno. Biasanya sebagai investor mempertimbangkan jangka waktu investasinya, yaitu untuk jangka pendek; menengah dan panjang. Pemikiran sederhanaya begini : bahwa uang kuno merupakan benda yg tidak dapat diperbaharui sehingga total supply akan tetap bahkan cenderung selalu menurun sementara dalam hukum ekonomi dinyatakan bahwa terbentuknya harga merupakan pertemuan antaraS Supply dan Demand ( Penawawaran dan Permintaan ), supply naik maka harga akan turun begitu sebaliknya Supply turun maka harga akan naik. Seperti telah disebutkan bahwa keberadaan Supply Uang kuno cenderung akan turun terus-menerus sehingga kecenderungan harga akan selalu naik. Pemikiran sederahana lainya dari seorang investor uang kuno sbb : Katakan bila mempunyai sejumlah uang dan di investasikan untuk membeli rumah ( properti ), maka pada saat tertentu membutuhkan uang dengan jumlah yg sebagian dari total yg diinvestasikan maka si investor tidak mungkin akan menjual jendelanya saja dari rumah yg dibeli atau hanya menjual gentengnya saja sedangkan bila terjadi hal yg demikian maka investor uang kuno akan sangat mudah melakukanya yaitu hanya menjual sebagian uang kunonya sebesar yg dibutuhkan atau bisa memilih uang kuno tertentu yg telah mempunyai nilai lebih.

Kelompok InvestDol

Menurut pengamatan saya, ternyata terdapat kelompok Investor yg mempunyai pola sedikit berbeda dengan investor di kelompok Keempat. Yang dimaksud dengan kelompok ini, seorang investor yang menginvestasikan sejumlah danaya di uang kuno dan sering melakukan jula-beli dari sebagian dari uang kuno yg dimilikinya. Ada beberapa alasan perlakuan dari seorang invesdol, Pertama : mempunyai tujuan keuntungan dimana sejumlah keuntungan tersebut dianggap akan mengurangi harga dari total yg di-investasikan dan selanjutnya hasil penjualanya akan di investasikan lagi, demikian seterusnya. Kedua : Perilaku kelompok ini kadang bertujuan mengetes pasar, artinya ingin mengetahui harga pasar pada saat tertentu yaitu dengan mencoba melepas/menjual sebagian dari uang kunonya dari jenis tertentu, begitu permintaanya ternyata kuat sekali, harga tinggi maka jenis tertentu tersebut akan dijual dan akan dibelikan uang kuno jenis lainya yang dianggap masih under value.Ketiga:Tujuan ketiga ini agak unik, kelompok ini kadang melepas uang kuno nya dan diberikan ke seseorang ( termasuk pedagang ) dengan harapan orang yg membeli tersebut diharapkan suatu saat nanti akan memberi barang ( menjual ) uang kuno bila pada saat tertentu mendapatkan sejumlah uang kuno.

Pasar Numismatik

Secara umum, pasar adalah pertemuan antara suplly dan demand atau suatu tempat, secara fisik maupun non fisik, yang merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Berbicara tentang pasar numismatik, secara geografis dapat dibedakan atas pasar dalam negeri dan pasar internasional. Di Indonesia, berdasarkan pengamatan, terdapat beberapa kota besar yang relatif dinamis pasar numismatik-nya, yakni: Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Begitu dinamisnya pasar numismatik, sehingga sering sekali terjadi transaksi numismatik bahkan antar pedagang setiap detik dalam 24 jam sehari tanpa libur. Bisa dimengerti, karena benda numismatik tidak hanya digemari di dalam negeri saja tapi dari seluruh penjuru dunia terdapat demand akan benda numismatik Indonesia, dari benda numismatik kerajaan Nusantara, Netherlands Indies dan Indonesia. Bahkan beberapa jenis benda numismatik kita sudah sulit untuk didapatkan di dalam negeri, kalaupun akan koleksi item yang dimaksud, dengan terpaksa kita harus membelinya dari luar negeri. Dinamika pasar tersebut tentunya mengakibatkan dinamika harga di pasar.

Dalam dinamika yang sangat dinamis seperti itu, maka bila berada pada posisi sebagai pedagang maka faktor informasi sangatlah penting. Sering terjadi kejutan permintaan jumlah banyak dengan harga di atas harga pasar, kadang jauh di atas harga pasar. Di saat seperti inilah kesempatan bagi pedagang/investor yang memiliki item yang dicari pasar itu untuk mempertimbangkan menjual atau menunggu perkembangan lanjutan dengan harapan harga akan meningkat terus di waktu yang tidak lama. Kadang juga terjadi pada seorang kolektor yang sudah setengah frustasi, mungkin sudah agak lama belum mendapatkan item (dengan kondisi tertentu) yang diinginkannya maka bisa jadi membuka harga yang jauh di atas harga pasar agar bisa mendapatkan barang yang diinginkannya.

Dengan dukungan teknologi internet, begitu dinamisnya perdagangan numismatik secara internasional. Banyak toko-toko online yang bisa diakses, ditambah lagi beberapa perusahaan penyedia sarana bertransaksi, seperti lelang. Dukungan teknologi informasi inilah menjadikan perdagangan benda numismatik terjadi selama jarum jam berputar, tidak pernah berhenti sedetikpun. Kondisi pasar seperti itulah menjadikan harga benda numismatik bergejolak yang cenderung naik, walaupun tidak terjadi di semua jenisnya.

Di lingkungan sesama pedagangpun terjadi perdagangan yang sangat dinamis, terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Menurut pengamatan, terdapat tiga faktor pokok yang mengakibatkan terjadinya dinamika yang tinggi pada perdagangan antar pedagang, yaitu:

Informasi harga

Ada pedagang yang mendapatkan informasi tingkat harga lebih dulu atas suatu item dari pasar, sehingga dapat melakukan pembelian item yang ada di pasar lebih dulu. Faktor seperti ini berlaku untuk investasi jangka pendek. Untuk itu pada numismatist yang berada pada posisi kelompok pedagang dan investor, umumnya berinvestasi untuk jangka pendek dan menengah saja. Sementara investor murni mengarah pada investasi jangka panjang. Sehingga kedudukan pedagang yang benar-benar pedagang sangat sulit dipisahkan dengan kedudukannya sebagai investor jangka pendek dan menengah.

Permintaan

Memberikan harga di atas harga pasar untuk mendapatkan barang numismatik dengan cepat guna investasi jangka panjang dengan keyakinannya dalam jangka pendek sudah mencapai sama dengan tingkat harga sewaktu membeli/mengumpulkannya. Investor jangka panjang banyak mendapatkan supply item tertentu dari kelompok pedagang. Pedagang yang memiliki akses ke investor inilah yang mengambil barang dari sesama pedagang dengan harga sedikit lebih tinggi untuk keuntungannya karena umumnya investor jangka panjang memberi harga di atas harga pasar untuk barang yang dibutuhkannya.

Permintaan kolektor

Faktor yang ketiga adalah bahwa pedagang memiliki langganan beberapa kolektor yang enggan mencari item yang dibutuhkanny sendiri. Dengan cara ini umumnya kolektor akan mendapatkan suatu tingkat harga yang sama (atau bahkan sedikit lebih tinggi) bila dibandingkan mencari sendiri untuk suatu item yang dicarinya.

Tips Bernumismatikaria

Menetapkan posisi (kedudukan)

Seperti telah disebutkan di atas bahwa menurut pengamatan saya di Numismatik terdapat 5 kelompok kedudukan sebagai numismatist. Sebelum masuk sebagai numismatist, maupun yang sudah masuk sebagai numismatist, sangatlah penting untuk menetapkan kedudukan kita, apakah sebagai numismatist hanya iseng belaka, ataukah sebagai kolektor, kolekdol, pedagang/investor, investor. Hal ini sangatlah penting untuk disadari dan ditetapkan guna lebih terarahnya dalam bernumismatikaria.

Pada numismatik, kita bergumul dengan barang seni yang banyak menggunakan rasa, kadang kalau kita tidak jelas kedudukannya, dengan berkembangnya rasa akan kecintaan terhadap barang, sering numismatist lupa mengontrol dalam membelanjakan dananya. Hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah pada numismatist yang posisinya sebagai pedagang dan investor, namun akan mendatangkan masalah bila hal tersebut terjadi pada numismatist di kelompok iseng dan kolektor.

Menetapkan dana yang akan dialokasikan dalam numismatik

Walaupun kesediaan dana akan berubah-ubah, namun penetapan sementara perlu dilakukan dan bila dalam perjalanan terdapat tambahan dana, tinggal kita sesuaikan besarnya dana baru yang akan dialokasikannya. Penetapan dana ini penting sekali dilakukan, karena menurut pengamatan saya, banyak numismatist yang tidak menetapkan dana akhirnya lepas kontrol sehingga dana yang seharusnya tidak untuk numismatik, akhirnya masuk ke numismatik, baik dibeli sebagai kolektor, berdagang maupun berinvestasi. Bila lepas kontrol dapat dipastikan akan berdampak negatif dalam kehidupannya.

Faktor informasi

Informasi memegang peranan penting dalam bernumismatikaria dan hal ini numismatist tidak bisa terhindar untuk pandai-pandai bergaul di lingkungannya. Disamping menambah pengetahuan tentang numismatik juga memonitor situasi keseluruhan dalam numismatik, baik mengenai harga, jenis barang yang sedang hangat dibicarakan maupun meningkatkan hubungan yang lebih baik antar numismatist. Karena pada item tertentu sering terjadi gejolak harga yang begitu cepat.

Pengetahuan

Bidang apapun yang digeluti, terlepas itu besar ataupun kecil, kita menyadari sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang bidang yang digelutinya. Bisa dikatakan bahwa pengetahuan adalah kekuatan (Knowledge is Power). Lebih-lebih di numismatik, pengetahuan adalah kunci utama bila kita akan berhasil, khususnya bila kita berposisi sebagai pedagang ataupun investor.

Banyak bidang usaha lain, bila kita sebagai pedagang, kegiatan bisa didelegasikan kepada orang lain tanpa kita banyak mengetahui bidang tersebut, namun di numismatik sangatlah berbeda. Hal seperti itu hampir bisa dikatakan tidak bisa dilakukan. Individu sebagai pedagang dituntu pengetahuan yang dalam tentang item numismatik (product knowledge) disamping tentunya pengetahuan tentang pasar. Tampaknya point keempat ini merupakan hal yang dituntut di semua bidang usaha.

Fokus

Begitu luasnya dan beragamnya benda-benda numismatik dengan harga yang bervariasi dan banyak sekali yang berharga mahal bahkan sangatlah mahal. Rasanya tidak mungkin (kemungkinan kecil) bila kita akan bermain di numismatik, baik sebagai kolektor, pedagang, investor dan tidak memfokuskan diri pada kelompok benda numismatik tertentu. Karena bila tidak dibatasi, dana berapapun akan tidak pernah cukup.

Benda Numismatik sebagai Instrumen Investasi

Seperti tersebut di atas bahwa Numismatik dapat mempertemukan kecintaan terhadap karya seni dan suatu harapan keuntungan komersial, sehingga sangat menarik sebagai salah satu INSTRUMEN INVESTASI. Inilah inti pokok pembahasan kita. Mengingat begitu luasnya pengetahuan numismatik, kali ini pembahasan akan difokuskan pada pokok bahasan "Benda Numismatik sebagai Instrumen Investasi".

Beberapa faktor yang mendukung bahwa Benda Numismatik sebagai salah satu Instrumen Investasi yang sangat menarik, adalah sebagai berikut: Seperti kita ketahui dalam Ilmu Ekonomi terdapat hukum Supply Demand yang menyatakan bahwa "Apabila supply barang berkurang, maka harga akan naik dan begitu juga sebaliknya". Jumlah benda-benda numismatik yang ada bisa dikatakan tidak mungkin akan bertambah dalam jumlahnya bahkan dapat dipastikan akan selalu berkurang dengan berjalannya waktu karena rusak, terkena banjir/tsunami, dikoleksi, hilang dsb. Bila kita merunut pada hukum supply di atas, maka secara teori bahwa harga benda numismatik akan selalu naik dengan berjalannya waktu. Faktor ini merupakan salah satu daya tarik berinvestasi di benda numismatik.

Pasar yang sangat luas

Benda numismatik merupakan suatu benda yang memiliki latar belakang sejarah dan mengandung unsur seni. Benda numismatik yang kita miliki dari jaman kerajaan-kerajaan Nusantara sampai dengan sekarang, ternyata banyak diminati numismatist di seluruh dunia. Bahkan banyak jenis benda numismatis milik kita yang bila kita ingin mengoleksinya sering memaksa kita membelinya dari luar negeri, seperti misalnya beberapa item dari Netherlands Indies, Gobog Jawa, token perkebunan, dll. Sebagai ilustrasi bahwa konon Sir Thomas Stamford Raffles kolektor pemilik Gobog Jawa terbanyak, dimiliki sebanyak 111 variasi Gobog Jawa dan sampai sekarang masih bisa dilihat di British Museum, London. Uang Daerah (URIDA) misalnya, sangat digemari di luar negeri, terutama di Belanda, Kanada, Jerman dan Amerika. Koin Sukarno Irian Barat dan Riau banyak diburu numismatist luar negeri, terutama China, Taiwan, Jerman, Amerika, dll.

Rentang Segmen pasar yang sangat lebar

Harga benda numismatik sangatlah bervariasi, dari ratusan rupiah sampai dengan ratusan juta rupiah. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa berinvestasi di benda numismatik janganlah dibayangkan dengan jumlah uang yang banyak yang harus tersedia. Investasi di numismatik bahkan bisa dilakukan dengan uang rupiah sebesar harga permen atau rokok sebungkus, meskipun sebesar berapapun dana akan mampu terserap untuk berinvestasi di benda numismatik (dalam hal ini adalah investasi dalam arti sebenarnya). Mulai dari anak sekolah SD-pun bisa melakukan koleksi, investasi atau apapun namanya dengan uang jajan yang dikumpulkannya. Bahkan banyak individu setelah mengetahui potensi investasi di benda numismatik akhirnya mengalihkan investasinya di numismatik. Salah satu contohnya adalah seorang teman baik saya, yang pernah menduduki jabatan penting di perusahaan besar dan berinvestasi di saham, setelah mengetahui numismatik, sampai sekarang beliau berinvestasi di numismatik bahkan juga sebagai pedagang benda numismatik. Faktor rentang segmen pasar yang sangat lebar inilah menjanjikan benda numismatik sangat potensial sebagai salah satu pilihan sebagai instrumen investasi.

Numismatist Behavior

Menurut pengamatan, terdapat satu perilaku numismatist dalam membelanjakan dananya. Umumnya individu yang telah terlanjur masuk di lingkungan numismatik memiliki sifat exclusivisme, kecenderungan ingin memiliki lebih dari yang lain, ingin memiliki sebanyak mungkin, ingin beda di lingkungannya, dan cenderung tidak bisa menghentikan pembelian pada benda numismatik. Singkatnya dapat dikatakan "kecanduan". Pada kecanduan zat addictive, kecenderungannya selalu ingin membeli dan mengonsumsi, tetapi di numismatik kecanduan yang sulit dihentikan ini bukan- kah bersifat positif? Sehubungan dengan perilaku yang demikian ini, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, maka sebelum masuk di dunia numismatik, disamping pentingnya menetapkan posisi, tidak kalah pentingnya adalah menentukan dana dengan disiplin sehingga tidak akan berdampak pada hal-hal lainnya.

Dengan uraian di atas dapatlah disimpulkan betapa potensialnya berinvestasi di benda numismatik. Hal ini bisa dilihat pada tayangan tentang hasil survei di Amerika Serikat, sehingga sama sekali tidak ada ruginya untuk terjun sebagai numismatist. Di samping mendapatkan kepuasan batin, kita dapatkan pula keuntungan finansial. Selamat beriseng ria (1) - berkoleksi ria (2) - berkolekdol ria (3) berdagang ria (4) dan berinvestasi ria.

Jakarta, 13 November 2009 ( www.kintamoney.com )

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools