Grading Numismatika : Diterapkan di Indonesia??

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Selama ini kita telah terbiasa menggunakan grading dalam mengidentifikasikan kondisi sebuah benda numismatik. Grading ini menjadi hal yang sangat penting terutama untuk mengatasi masalah komunikasi yang terjadi karena berbagai keterbatasan para pelaku tidak dapat saling bertemu muka dan melihat object secara langsung. Dengan adanya kesamaan grading (qualitatif) antara pelaku numismatik yang terlibat, maka penilaian harga (quantitatif) lebih mudah dilakukan.

Secara umum terdapat sembilan (9) grading, yaitu: Uncirculated (UNC), About Uncisculated (AU), Extremely Fine (EF), Very Fine (VF), Fine (F), Very Good (VG), Good (G), Fair (F), Poor (P). Akibat keterbatasan ruang, penulis tidak ingin mengulang pengertian masing-masing grading.

Dengan terbatasnya tingkat grading tersebut sedangkan kondisi benda numismatik sedemikian kompleks bervariasi, sehingga satu kondisi dapat menurunkan atau menaikan nilai object, lantas bagaimana seandainya terdapat kondisi "antara"? Ambil contoh adalah sebuah object memiliki grade lebih dari VF namun kurang dari EF. Dalam menghadapi keadaan semacam ini numismatis umumnya menggunakan istilah: good Very Fine (gVF) atau VF+. Numismatis lain yang berprofesi sebagai penjual lebih memilih menggunakan istilah Extremely Fine minus (EF-) karena baginya istilah EF tetap lebih menguntungkan dalam lebih memiliki nilai jual dibandingkan hanya VF, meski diembel-embeli plus (+).

Namun sebenarnya ada cara yang lebih jitu dalam melakukan grading. Jika selama penilaian dilakukan secara qualitatif relatif menimbulkan bias, maka penilaian secara quantitatif dapat lebih mengurangi bias tersebut. Penilaian ini adalah menggunakan skala angka Sheldon dari 1 hingga 70. Sebagai contoh adalah grading VF. Dengan memakai system ini Very Fine akan diperjelas menjadi VF20 hingga 35. Itu sebabnya meski sama-sama memiliki kondisi VF, namun satu object bisa memiliki penampilan yang kurang atau lebih dibandingkan object lain. Demikian pula grade UNC yang merupakan puncak dari kesempurnaan benda numismatic, dalam skala angka terbagi menjadi beberapa tingkatan mulai dari 60 s/d 70. Lihat ilustrasi gambar berikut

1c.jpg 1a.jpg 1b.jpg
Kiri: PMG Superb Gem UNC-68, tengah: PMG: Gem UNC-64, kanan :PMG Gem UNC-66

Untuk lebih jelasnya perhatikan table grading dibawah ini:

Nilai Grading
MS 60-70Uncirculated
AU 50,53,55,58About Uncirculated
XF 40,45Extremely Fine
VF 20,25,30,35Very Fine
F  12,15Fine
VG 8,10Very Good
G  4,6Good
AG 3About Good
FR 2Fair
PR 1Poor

Untuk lebih mempermudah membayangkan nilai masing-masing grade, berikut ini adalah ilustrasi yang dilakukan oleh beberapa professional grader, sbb:

Grading image007.jpg Grading image009.jpg
Kiri:Good - 6: CCCS; kanan: Very Good - 10: PMG
Grading image011.jpg Grading image013.jpg
Kiri:Fine - 15: PMG; kanan: Very Fine - 20: CCCS
Grading image015.jpg Grading image017.jpg
Kiri:Fine - 22: PCG(Perhatikan perbedaan nilai grading); kanan:Very Fine - 25: PMG
Grading image019.jpg Grading image021.jpg
Kiri:Very Fine - 30: PMG; kanan:Very Fine - 35: PMG
Grading image023.jpg Grading image025.jpg
Kiri:Very Fine - 38: SCG; kanan:Extremely Fine - 40: CGAI
Grading image027.jpg Grading image029.jpg
Kiri:About Uncirculated - 50: SCG; kanan:About Uncirculated - 55: PMG
Grading image031.jpg Grading image033.jpg
Kiri:New - 60: PCGS; kanan:Uncirculated - 64: PMG
Grading image035.jpg Grading image037.jpg
Kiri:Gem Uncirculated - 66: EQP: PMG; kanan:Gem CU - 68: RCGS

Setelah ditetapkannya standar, team melakukan setiap penilaian. Mereka adalah professional grader mumpuni yang tidak terlibat dalam urusan jual beli sehingga tujuan netralitas dan obyektivitas penilaian menjadi tercapai. Team PMG ini bekerja secara full timer bukan paruh waktu yang bisa datang atau pergi semau-maunya. Obyect dilihat secara keseluruhan dan secara bergantian oleh setidaknya tiga (3) orang grader. Setelah melalui berbagai diskusi, kesepakatan baru dapat dicapai.

Obyect yang dinilai dimasukan kedalam plastik bersegel dan ber-barcode sehingga dapat dilacak keaslianya. Segel ini merupakan jaminan dari grader. Untuk keadaan tertentu grader memberikan keterangan tambahan, misalnya adanya cacat tak kasat mata yang wajib diungkapkan: trimming, restoration, pinhole, karat, robek, cuci, dll. Untuk kualitas kertas baik, grader PMG memberikan apresiasi berupa Exceptional Paper Quality (EPQ). Hanya barang sekelas VF-30 keatas yang bisa mendapatkan (EPQ). Dalam hal yang sama grader PCGS memberikan apresiasi yang disebut Premium Paper Quality (PPQ). Jika karena sesuatu hal sang pemilik membuka segel itu maka jaminan grading menjadi tidak berlaku. Jika pemilik ingin memperoleh penilaian lagi maka proses awal harus dimulai, yang ujung-ujungnya ia harus membayar jasa lagi.

Sebagaimana halnya perlombaan yang tidak terukur (senam, tinju, loncat indah, dll) meskipun telah berusaha diminimalkan, perbedaan grading masih dapat terjadi terutama antar professional grader. Namun apapun juga usaha ini adalah jalan yang terbaik bagi numismatis untuk mengurangi resiko dan perbedaan pendapat.

5a.jpg 5b.jpg
SCG dan PMG sama-sama memberi angka 12, namun beda grading: VF versus F

Sejauh segel plastik tidak terbuka atau terkena dampak dari luar yang bersifat merusak, grading yang dilakukan oleh pihak ketiga (third party graded) dapat membebaskan pemilik dari perselisihan dengan pihak pembeli. Jaminan jelas diberikan oleh pihak grader. Berikut ini adalah nama-nama profesional grader International: Paper Money Guaranty (PG), Canadian Coin Certification Services (CCCS), Profesional Currency Gradding (PGC), Security Currency Grading (SCG), Currency Grading and Authentication, PGCS, RRCGS, dll. Sebenarnya masih banyak lainya. Permasalahanya hanyalah grader tersebut mendapat pengakuan atau tidak?

Selanjutnya marilah kita kembali membumi yakni di Tanah Pertiwi yang kita cintai. Di sini, hingga saat ini, professional grader belumlah ada. Sebenarnya sejak awal didirikan Asosiasi Numismatika Indonesia – Jakarta telah memiliki cita-cita membentuk badan sertifikasi grading dan keaslian (lihat: Visi – Misi ANIJ 2004). Namun hingga terjadinya alih pengurus, rencana ini belum terealisasi.

Dalam skala yang kecil pengurus ANIJ Periode I telah melaksanakan beberapa persyaratan ketika melakukan grading obyek numismatik yang akan dilelang di depan umum. Syarat tersebut antara lain: pemilik obyek tidak diperkenankan melakukan grading sendiri melainkan diserahkan kepada rekan-rekan lainnya guna menyingkirkan rasa keberpihakan. Selain itu grading dilakukan secara bersama-sama untuk mendapatkan kebulatan suara.

Kendala utama pengurus ANIJ adalah karena team bekerja secara amatir atau sambil lalu alias "jika sempat mampir". Dengan kesibukan pada masing-masing individu, keterbatasan waktu berkumpul, team menemui kesulitan untuk meneliti sekian ratus atau ribu barang dalam tempo singkat. Maka sekali – dua dapat terjadi kesalahan dalam melakukan grading yang meski tidak disengaja, yang tidak dapat ditolerir oleh pembeli. Padahal zero defect adalah tuntutan dunia modern.

Sejauh tidak adanya pihak yang bersedia mencurahkan waktu 100% di dunia numismatika Indonesia, rasa-rasanya sulit untuk diadakannya profesionalisme grading. Terlebih lagi populasi numismatis di Indonesia tidak lebih daripada seribu orang. Sungguh jumlah yang teramat kecil dibandingkan 225 juta penduduk. Meski sulit diterapkan bukan hal yang mustahil untuk waktu yang akan datang sebab perbaikan mutu adalah kebutuhan zaman.

Oleh karena itu tuntutan pada pengurus ANIJ periode II (atau siapapun juga yang merasa memiliki keterikatan dalam kode etik ANIJ) dalam melakukan grading, adalah adanya KEJUJURAN. Cacat akibat unnatural defect (cacat disengaja untuk mengelabui pihak lain): trimming, pressing, washing dll, hendaknya diungkap secara jelas jika tidak ingin dianggap sebagai usaha penipuan.

Jakarta 27 September 2008
UnO

UANG ADALAH PENTING, bukan: TERPENTING ADALAH UANG.

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com


Personal tools