Masalah tanggal Mulai Beredarnya ORI dan Hari Keuangan

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

BARU-BARU ini dalam “Kompas” tanggal 7 Oktober yang lalu Sdr. K. Gunadi M.A mempersoalkan tanggal mulai beredarnya Ori berhubung dengan peringatan Hari Keuangan yang diadakan oleh Departemen Keuangan pada setiap tanggal 26 Oktober. Soal ini penting karena bersangkut-paut dengan pelaksanaan suatu keputusan Pemerintah, yaitu supaya tiap-tiap Departemen menentukan satu hari bersejarah yang layak diperingati tiap-tiap tahun.

Tepat sekali Mentri Keuangan Ali Wardhana dengan putusanya no. Kep-202 /MK / 11 / 4 / 1972 tanggal 7 April 1972, menetapkan hari mulai beredarnya uang Republik indonesia yang pertama kali, sebagai hari keuangan yang harus diperingati oleh semua unit di dalam Departemen Keuangan.

Memang, pengeluarkan ORI itu, sebagaimana disebut dalam pertimbangan putusan Mentri, sub ( b ), merupakan peristiwa penting yang bersifat nasional sebagai usaha untuk melengkapi atribut negara yang merdeka dan berdaulat. Wakil Perdana Mentri mohammad Hatta dalam pidato-pidatonya menyosongsong hari mulai berlakunya ORI, menyebut uang sendiri itu tanda kemerdekaan negara. Maka layaklah hari Ulang Republik Indonesia untuk pertama kali mulai beredar diantara rakyat kita, kita kenangkan sebagai salah satu tonggak dalam sejarah perjoangan kemerdekaan bangsa.

Tanggal berapa ? Yang menjadi pertanyaan ialah : kapankah Ori mulai berlaku dan beredar sebagai alat pembayaran yang sah?

Pengluaran ORI didasarkan atas dua Undang-Undang pokok tentang Pengluaran Uang republik indonesia, yaitu ; UU. No. 17/1946, tanggal 1 Oktober 1946 (!) dan UU No. 19 / 1946 tanggal 25 Oktober 1946 (II). UU. (I) hanya memuat pernyataan maksud Pemerintah akan mengluarkan Uang Republik Indonesia dan menyerahkan pengaturan nilai uang dan lain-lainya kepada undang-undang lain.

Adapun segala sesuatu itu bicara terperinci dimuat didalam UU (II) tersebut diatas, diantaranya, nilai ORI, dasar penukaranya, nilai ORI, dasar penukaranya dengan uang Jepang, cara penukaranya, pemberian kepada segenap penduduk satu rupiah ORI seorang dan dasar perhitungan untuk pembayaran kembali hutang-hutang dalam uang Jepang. Pengambilan uang simpanan di bank diserahkan kepada Mentri Keuangan untuk mengaturnya. Yang penting dalam hubunganya dengan pertanyaan diatas ialah pasal 8 ayat (1) : Uang republik indonesia mulai berlaku pada waktu yang ditetapkan oleh mentri keuangan

UU. No. 19 / 1946 diundangkan pada tanggal 26 Oktober 1946. Dalam pertimbangan sub ( d ), dari keputusan Mentri Keuangan tersebut diatas dinyatakan bahwa pada saat itu pula oleh Mentri Keuangan (dulu) ditetapkan Uang Republik Indonesia berlaku dan beredar pada tanggal tersebut, pukul 12 tengah malam. Berdasarkan pertimbangan ini maka Mentri Keuangan Ali Wardhana menetapkan tanggal 26 oktober 1946 sebagai hari keuangan.

Hal ini tidak tepat karena Mentri Keuangan waktu itu (Sjafrudin Prawiranegara) baru pada tanggal 29 oktber 1946 mengambil keputusan tentang mulai berlakunya ORI berdasarkan wewenang yang diberikan oleh pasal 8 ayat (1) UU. No. 19 / 1946. Sebagaimana saya terangkan dalam karangan saya tentang Dua Tahun Uang republik Indonesia (bag.II) didalam Masalah “Sikap”, 12 Maret 1949 (dikutip oleh Sdr. Gunadi), Mentri Keuangan dengan keputusanya tanggal 29 oktober 1946 No. Ss/1/35, menetapkan bahwa ORI mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah pada tanggal 29 Oktober 1946 tengah malam pukul 12, sedangkan pada saat itu juga uang yang berlaku sebelumnya (Uang Jepang dan Uang Hindia belanda) tidak berlaku lagi di Jawa dan Madura. Demikianlah mulai saat itu ori menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah didaerah Republik Di Jawan dan Madura.

Peraturan-peraturan lain Putusan Mentri Keuangan itu diumumkan oleh kantor berita “Antara” _ Yogya pada tanggal 30 Oktober 1946. Beberapa peraturan lain berhubungan dengan mulai berlakunya ORI diumumkan “Antara” hari itu. Diantaranya, Peraturan Pemerintah Pengganti Undanag-Undang No.10 / 1946 yang melarang orang mengeluarkan mata uang dan uang kertas yang sejak berlakunya ORI tidak berlaku lagi di Jawa dan Madura, dari daerah ini dilarang pula memasukan mata uang dan uang kertas tersebut ke daerah-daerah diluar Jawa dan Madura.

Pelanggaran dihukum dengan setinggi-tingginya 5 tahun atau denda setinggi-tingginya Rp10.000 rupiah ORI. Peraturan mulai berlaku pada hari diundangkan (tanggal 29 Oktober 1946). Sekiranya ORI mulai berlaku pada tanggal 26 Oktober, maka kurang masuk akal larangan tersebut baru diadakan 4 hari sesudahnya.

“Antara “ tanggal 30 Oktober 1946 mengumumkan juga putusan Mentri keuangan dari hari sebelumnya (29 Oktober) tentang pembatasan pengambilan uang simpanan di bank berdasarkan pasal 8 ayat (5) UU. No. 19 / 1946 tersebut diatas. Pengambilan dapat dimulai pada tanggal 31 Oktober 1946 dengan pembatasan-pembatasan yang berlaku masing-masing bagi penyimpan perorangan, perusahaan-perusahaan swasta dan badan-badan bukan perusahaan swasta. Pengambilan jumlah yang melebihi maksimum yang ditetapkan, memerlukan Idin dari Mentri Keuangan.

Selanjutnya diumumkan “antara” tanggal tersebut peringatan Mentri Keuangan tanggal 29 Oktober kepada panitia-panitia yang bersangkutan supaya mempercepat pembagian uang 1 rupiah kepada segenap penduduk. Lagi pula pengumuman Balai Besar Kereta Api tanggal 20 Oktober 1946 tentang perubahan tarip kereta api yang jumlah-jumlahnya seterusnya ditetapkan dalam ORI.

Pada akhirnya “Antara” tanggal 30 Oktober 1946 memuat selengkapnya pidato Waki Presiden Mohammad Hatta yang diucapkan melalui RRI-Yogya pada tanggal 29 Oktober malam untuk menyongsong keluarnya ORI, yang kata-kata permulaanya saya kutip sbb : “Besok tanggal 30 Oktober 1946 adalah suatu hari yang mengandung sejarah bagi tanah air kita. Rakyat kita menghadapi penghidupan baru. Besok mulai beredar Uang republik Indonesia sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Mulai pukul 12 tengah malam nanti uang Jepang yang selama ini beredar sebagai uang yang sah, tidak laku lagi. Beserta dengan uang Jepang itu ikut pula tidak laku uang Javacsche Bank. Dengan ini tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita. Uang sendiri itu adalah tanda kemerdekaan negara”.

Tinggi Nilainya Selanjutnya wakil presiden dalam pidatonya yang cukup panjang itu mengemukakan bahwa ORI dengan nilainya yang sama dengan Hindia Belanda sebelum perang akan banyak memperbaiki kehidupan rakyat.

Pegawai negri dan buruh akan menerima gaji dan upah (minimum 30 rupiah) dalam uang yang nilainya jauh lebih tinggi dari uang Jepang. Para petanipun akan menerima pendapatan dari hasil pertanianya dalam uang yang tinggi harganya. Bahkan harga padi ditetapkan 6,90 rupiah se-kwintal, padahal sebelum perang hanya f 3,80.

Tidak lupa wakil Presiden memperingatkan dengan sangat agar para pedagang tidak menaikkan harga-harga barang yg telah ditetapkan. Pemerintah, dan minta perhatian polisi ekonomi supaya melakukan pengawasan sebaik-baiknya. Pada umumnya diminta supaya rakyat menunjukan disiplin yang besar dalam melanjutkan perjoeangan yang sama sekali belum selesai.

Keluarnya ORI yang telah lama dinanti-nantikan itu, disambut oleh seluruh rakat Republik dengan kegembiraan yang luar biasa, pun oleh mereka yang tinggal di daerah-daerah yang diduduki Belanda.

“Antara sebagaimana dikutip oleh harian Belanda “Nieuwagier” tanggal 1 Nopember 1947, melaporkan bahwa kegembiraan itu timbul dimana-mana. Di tempat-tempat pemberian uang satu rupiah itu dilakukan dengan suatu upacara Khidmat. Uang diberikan dalam bungkusan merah putih. Di tempat-tempat lain pemberian disertai dengan selamatan.

Tanggal 26 Oktober 1946 ORI masih dalam kandungan ibu Pertiwi. Ia lahir tiga hari kemudian, mulai memperlihatkan wajahnya kepada khalayak ramai pada hari cerah 30 Oktober 1946, dan diterima oleh segenap rakyat yang cinta akan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, harapan baik dan rasa haru. Tepat sekali bila 30 Oktober 1946, hari mulai beredarnya Uang Republik Indonesia yang pertama kali, kita peringati tiap-tiap tahun sebagai hari bersejarah seperti dikehendaki Pemerintah, nama apapun yang hendak diberikan kepada hari itu.

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools