Mendeteksi Koin-Koin Palsu

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Pada waktu melakukan perjalanan ke Maumere pada tahun 1998, didapat berita bahwa seorang guru mempunyai "simpanan" koin-koin Belanda dalam jumlah yang sangat banyak. Koin-koin tersebut, kata si empunya berita semuanya bergambar laki-laki. Dengan hati yang mengandung rasa penasaran, kami akhirnya mendatangi rumah guru tersebut dan memang beliau mempunyai simpanan koin-koin ringgit Willem II sekitar 300 keping. Namun setelah dilihat secara sepintas saja, dapat diketahui bahwa koin-koin tersebut adalah palsu!! Diantara ratusan keping yang dimilikinya, hanya ada satu saja yang asli, yaitu koin ringgit Wilhelmina tahun emisi biasa!

Scan01 MendeteksiKoinPalsu cropped.jpg
Koin yang cukup langka, 2.5 Gulden 1861 gambar Willem III

Dapat dibayangkan, bagaimana kalau kita tidak mempunyai ilmu atau pengetahuan yang cukup sehingga membeli koin-koin palsu tersebut. Berapa besar kerugian yang akan kita alami. Bukan berarti bahwa guru tersebut berniat jahat untuk menjual barang-barang palsunya, kemungkinan dia sendiri tidak tahu bahwa apa yang dimiliki itu semua adalah palsu!! Walaupun tidak dapat disangkal bahwa banyak orang-orang kita yang sudah tahu keadaan koin tersebut, tetapi masih berusaha untuk mengatakannya barang asli. Bahkan orang-orang yang sudah mempunyai namapun tidak segan-segannya berusaha menjual koin-koin palsu kepada orang lain bahkan kepada rekannya sendiri, dengan mengatakannya sebagai koin asli!

Scan02 MendeteksiKoinPalsu cropped1.jpg Scan02 MendeteksiKoinPalsu cropped2.jpg
Kiri: tulisan di pinggiran koin, kanan: keindahan koin 1 Gulden 1892

float

Untuk mengetahui dan mendeteksi koin-koin palsu memang dibutuhkan pengetahuan, riset dan pengalaman. Ketiga faktor ini sangat penting sekali, karena semuanya saling menunjang. Dalam hal pengetahuan, kita harus mengetahui bagaimana bentuk dan rupa dari koin-koin aslinya, berapa berat standard untuk jenis koin-koin yang berbeda, bagaimana ciri-ciri koin asli dan lain sebagainya. Bagaimana mungkin kita mengatakan suatu barang adalah asli atau palsu bila kita sendiri tidak pernah melihat koin aslinya. Sebagai contoh berat standard dari masing-masing koin. Koin rixdaalder atau ringgit atau 2.5 gulden Belanda mempunyai standard berat 25 gram, sedangkan yang 3 gulden Willem I mempunyai standard berat 32,298 gram. Standard One Yen Jepang adalah 26,9568 gram, dan koin-koin dari Spanish Collonial (Mexico, Peru, Bolivia, Guatemala, dll) dengan nominal 8 Reales mempunyai berat standard 27,07 gram. Namun bagaimana berat standard untuk koin-koin lainya, karena ada ribuan jenis koin yang mempunyai standard berat yang berbeda-beda. Tanpa ada pengetahuan, tanpa adanya niat dan minat untuk membaca dan mempelajari, dan yang banyak dienggani oleh para pelaku numismatika di Indonesia yaitu, tanpa pernah punya keinginan untuk memiliki buku-buku numismatika, maka kita tidak akan pernah maju ataupun mempunyai ilmu tentang numismatika. Dalam hal riset, kita harus mempelajari dan membandingkan apa dan bagaimana koin-koin asli dan koin-koin Belanda pecahan ½ gulsen antara tahun 1904 sampai dengan 1919, banyak sekali ditemukan jenis-jenis palsu lamanya. Koin-koin ini, jika dilihat sepintas saja, sangat mirip sekali dengan aslinya dengan kondisi telah lama aus karena terpakai. Namun bila diteliti lebih lanjut, ternyata koin-koin tersebut mempunyai berat rata-rata 4,40 – 4.50 gram, sedangkan berat standard koin aslinya adalah 5.00 gram. Perbedaan lain yang sangat significant adalah diameter koinnya! Yang asli ,mempunyai diameter 22 mm, sedangkan yang palsu 21.50 mm.

Bagaimana kita dapat mengatakan ini dan itu adalah asli kalau tidak pernah melakukan riset ? Oleh karenanya jangan mudah percaya dengan jaminan penuh dari penjual bahwa koin yang ditawarkan adalah asli ! Dan terakhir adalah soal pengalaman. Semakin sering kita melihat koin asli dan palsu, maka semakin cepat ilmu kita menjadi matang. Sehingga dengan melihat sepintaspun kita dapat mendeteksi apakah koin yang ditawarkan itu asli atau palsu. Perlu diketahui pula bahwa seseorang yang sudah lama berkecimpung dalam numismatikapun belum tentu mempunyai kapasitas yang dapat dengan mudah membedakan mana yang asli dan yang palsu, jika tidak ditunjang oleh pnegetahuan dan melakukan riset-riset. Apalagi bagi seorang pemula, termasuk yang dialami penuis belasan tahun yang lalu, sangat sering kali “tertipu” karena telah membeli koin-koin palsu. Kenapa? Karena tidak ada orang yang mau (atau tahu) memberikan penjelasan-penjelasan tentang pengetahuan ini. Dan jangan pernah dilupakan bahwa hanya koin-koin mahal saja yang dipalsukan, tetapi koin-koin dengan harga relatif murahpun sekarang ini sudah banyak yang dibuat "baru". Bahkan koin-koin tembaga VOC pun ikut juga dipalsukan,seperti yang penulis terima ratusan keping dari makasar.

Ciri-ciri koin palsu.

Bagaimana cara mengenali koin-koin asli? Dan bagi para pemula, bagaimana melihatnya agar tidak sering "kejeblos" membeli koin-koin palsu? Untuk dapat mengenali koin-koin palsu, maka kita harus tahu bagaimana cara pembuatan sebuah koin:

  1. Scan04 MendeteksiKoinPalsu cropped.jpg
    Koin asli dibuat dengan cara ditempa (struck), sehingga hasilnya sangat jelas, terang dan timbul, walaupun koin tersebut telah aus terpakai. Sedangkan pembuatan koin palsu dilakukan pada umumnya dengan cara cor (casted), bukan ditempa seperti koin aslinya. Dengan cara casted ini, maka hasil yang didapat agak kurang jelas dan agak kurang timbul, dengan istilah jawanya "blobor". Pada koin palsu sering timbul lubang-lubang kecil (semacam keropos) karena pembakaran yang tidak sempurna. Perhatikan dua buah contoh koin yang disebut koin Spanish Collonial Two Pillar 8 Reales tahun 1740 dan tahun 1747. Orang kita menamai koin jenis ini sebagai koin Hispan Bola Dunia. Dari kedua contoh koin tersebut, salah satunya dicetak dengan metode tempa, sedangkan yang lain dengan sistim cor. Tentunya Anda dapat membedakan mana yang asli dan mana yang palsu, bukan? Sepintas dengan melihat kondisi koin-koin tersebut kita sudah curiga terhadap koin sebelah kanan (tahun 1747), yang memiliki gambar dan huruf-hurufnya kurang jelas dan tidak timbul sehingga sangat berbeda bila dibandingkan dengan koin aslinya.
  2. Scan05 MendeteksiKoinPalsu cropped.jpg
    Scan06 MendeteksiKoinPalsu cropped1.jpg
    Standard berat koin yang asli, yang biasanya berbeda jauh dengan yang palsu. Sebagai contoh adalah koin ringgit Belanda dengan berat standard 25 gram. Jika sebuah koin mempunyai berat yang sangat menyimpang, maka sudah seharusnya kita waspada. Memang sering ditemukan koin dengan kondisi "Uncirculated" mempunyai berat lebih dari 25 gram, tetapi kelebihan beratnya paling hanya mencapai 5 milligram, tidak mungkin mencapai mencapai satu atau dua milligram. Kelebihan berat ini karena adanya debu-debu atau kotoran yang melekat pada koin tersebut. Bila koin ini dicuci bersih, maka beratnya akan menjadi seperti semula, 25 gram atau kurang. Adalah sangat tidak mungkin bila sebuah koin 2.5 Gulden mempunyai berat, katakanlah 26 gram atau 24 gram, walaupun koin tersebut telah banyak aus karena pemakaian. Bahkan koin-koin emas jaman Syailendra atau Majapahit yang sudah berumur ratusan tahunpun tingkat susutnya tidak akan mencapai setengah atau satu gram!! Atau dalam bahasa Srimulatnya, adalah suatu Hil yang mustahal!!
  3. Pinggiran koin. Ada bermacam-macam jenis dan bentuk dari pinggiran koin. Koin dari masing-masing negara mempunyai ciri khasnya sendiri-sendiri. Pinggiran koin ada yang bergerigi (Reeded Edge), dengan pola bergerigi miring (milled Edge atau Oblique Edge), berbentuk tulisan (Lettering), baik dengan tulisan timbul (Raise lettering Edge) ataupun tulisan kedalam (Intaglio lettering Edge), atau berbentuk rantai yang bersambung-sambung (Chain edge) seperti koin-koin Spanish Collonial atau Republic Mexicana. Sedangkan pinggiran koin untuk koin-koin Belanda adalah bentuk tulisan atau inskripsi "GOD ZY MET ONS" atau "GOD Z IJ MET ONS", ataupun reeded. Untuk koin-koin Belanda yang sangat umum ditemukan di Indonesia, salah satu ciri untuk menentukan keasliannya adalah dengan memperhatikan bagaimana pinggiran koinnya. Jika koin-koin ringgit, perhatikan inskripsinya seperti diatas serta gambar bintang-bintang yang merupakan selingan antara dari inskripsi tersebut. Pengalaman mengatakan bahwa tidak ada satupun koin palsu yang mempunyai inskripsi persis "pleg" sama dengan aslinya.

Selain koin-koin diatas yang dapat dikenali karena cara pembuatanya, ada juga koin palsu yang merupakan koin dengan rubah tahun. Koin ini dibuat dari koin asli dengan tahun berbeda (biasanya tahun-tahun umum), untuk dirubah menjadi tahun-tahun yang langka. Pemalsuan ini dilakukan untuk meningkatkan harga koin. Bagi orang awam, koin palsu dengan rubah tahun ini agak sulit dibedakan dengan aslinya, apalagi jika dikerjakan oleh seorang yang cukup ahli. Sebagai contoh koin ringgit belanda dengan tahun 1862 atau 1867 dengan harga yang biasa, dirubah menjadi tahun 1863 yang harganya selangit. Koin dengan tahun 1842 dirubah menjadi tahun 1841, karena harga kedua koin tersebut sangat berbeda. Namun bukan berarti bahwa koin palsu dengan rubah tahun tidak dapat dideteksi, karena koin dengan tahun-tahun tertentu biasanya mempunyai cirinya masing-masing yang hanya dapat diketahui dari riset dan pengetahuan.


Scan06 MendeteksiKoinPalsu cropped2.jpg Scan07 MendeteksiKoinPalsu cropped.jpg

Tips membeli koin.

Bosan tertipu karena terlalu sering membeli koin-koin palsu? Cobalah pelajari tip-tip dibawah ini.

  1. Perhatikan dan teliti benar2 barang-barang yang akan dibeli, termasuk ciri-ciri koin aslinya. Masih ragu dan belum dapat membedakan mana yang asli dan palsu?? Gampang,.....lihat point 2.
  2. Minta garansi dari penjual mengenai keaslian koin tersebut. Minta juga syarat retur bila koin yang dibeli ternyata palsu.
  3. Jangan lupa minta kwitansi dari penjual untuk barang-barang yang dibeli, sehingga dapat diingat darimana barang-barang tersebut diperoleh.
  4. Jangan pernah serakah atau rakus!! Jika ada koin mahal yang ditawarkan dengan harga miring, maka jangan cepat-cepat punya keinginan untuk membeli dengan anggapan agar transaksi cepat selesai, "mumpung" si penjual tidak mengetahuinya. Seharusnya dalam situasi yang demikian, kita malah harus lebih waspada 300%!
  5. Jangan gampang percaya jika dkatakan koin-koin didapat dari kampung, dengan anggapan bahwa mana mungkin orang-orang kampung membuat koin-koin palsu. Karena dewasa ini mulai dilakukanan modus operandi, bahwa koin-koin palsu dikirim dari kota ke desa-desa, untuk mengelabuhi pengelana yang keluar masuk kampung.

Oleh: Sangkuriang

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools