ORI Rp 100 Uncut Bernomor Seri?

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Telah kita ketahui keberadaan ORI uncut Rp 100 yang berjenis blank / polos tanpa nomor seri (KUKI H-221 A). Pada beberapa kesempatan ditemukan jenis tunggal polos (KUKI H-221a), atau: bernomor seri 5 angka 2 huruf yang relatif langka (KUKI H-221b). Jenis ini berasal dari Kutaradja – Aceh meskipun tertulis "Djokjakarta 17 Agustus 1949".

Namun tahukah anda bahwa selain itu terdapat JENIS UNCUT YANG BERNOMOR SERI yang belum pernah didata dalam catalog manapun juga?. Jenis ini sulit ditemui karena populasinya yang sangat sedikit. Beruntung jenis ini masih eksis, meski sebagian telah dipotong pedagang numismatika menjadi dua bagian demi kemudahan menjual dan mendapatkan keuntungan finansial.

Jenis uncut bernomor seri sebenarnya berasal dari materi uncut yang polos. Mungkin demi alasan kode control terhadap jumlah yang beredar, otoritas pada saat itu berinisiatif memberinya nomor seri. Kemungkinan karena situasi politik, ekonomi dan keamanan yang darurat pada saat itu, maka sebagian besar jenis uncut ini belum sempat memiliki nomor seri. Hal serupa ini juga terjadi pada uang De Japansche Reegering.

Terdapat tujuh (7) ciri uncut ORI Baru Kutaradja Rp 100 yang bernomor seri, yang membedakannya dengan jenis polos:

  1. Margin atas dan bawah lebih pendek dibandingkan uncut biasa. Dengan demikian panjang uncut bernomor seri adalah 200 mm, sedangkan jenis polos = 227 mm
  2. Nomor seri terasa timbul apabila diraba yang menandakan bahwa pemberian nomor seri (proses numerator) dengan cetak letter press. Ini berarti dibuat bukan dengan cara offset biasa / disablon / diketik seperti yang terjadi pada jenis palsu.
  3. Warna merah tinta nomor seri serupa dengan tinta yang dipergunakan pada jenis ORI lainnya. Doff (buram), tidak mengkilat.
  4. Jenis angka dan huruf serupa dengan yang dipergunakan pada jenis ORI lainnya yaitu angka "Bodoni". Sedangkan huruf menggunakan type "SansSerif", tinggi 4 mm, dalam bidang sepanjang 34 mm.
  5. Di depan nomor seri terdapat huruf "No" yang tidak tercetak. Huruf "No" ini bisa dirasakan dengan diraba, selain itu akan timbul jika digosok dengan pinsil di atas selembar kertas tipis atau scrubbing.
  6. Sejauh yang ditemukan selama ini, selalu menggunakan prefix letter "MY" dan angka awal "0xxxx"
  7. ...

Ori 100 bernomor seri 1.jpg Ori 100 bernomor seri 2.jpg

Ori 100 bernomor seri 3.jpg


Jenis yang diyakini keasliannya (gambar berasal dari buletin ANI)



Ori 100 bernomor seri 4.jpg Ori 100 bernomor seri 5.jpg

Jenis penomoran yang palsu (gambar berasal dari buletin ANI)

Sebenarnya masih terdapat satu lagi ciri utama yang dapat dijadikan acuan keaslian jenis uncut bernomor seri. Namun untuk sementara waktu biarkan ke enam ciri tersebut yang menjadi acuan, menunggu seseorang memalsukan penomoran ini berdasarkan keenam ciri tersebut di atas. Jika hal itu terjadi maka ciri ke tujuh yang akan membuktikan hipotesa penulis mengenai keaslian jenis uncut bernomor seri.

Penulis menyadari terbatasnya literatur yang dapat diajukan guna mendukung hipotesa di atas. Analisa di atas berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis selama berburu benda numismatik. Untuk itu kritik, tambahan info dan bahkan fakta baru yang bersifat kontra, ditunggu dengan senang hati.

Jakarta, 22 November 2005
UnO

Pengamat numismatic

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools