Rahasia nomor seri uang kertas Bukittinggi

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatra (URIPS) 1947-1948
Februari 2008
oleh Rob Huisman

Kata Pengantar

Bukittinggi.jpg


Uang kertas Bukittinggi (gambar berasal dari uang-kertas.com)

Bukittinggi adalah sebuah kota yang cukup besar yang berlokasi di pantai barat Sumatra, Indonesia. Nama kota ini berasal dari tahun 1949 ketika Indonesia merdeka dari Belanda. Sebelumnya kota ini bernama Fort de Kock dan maksud awal didirikannya adalah untuk sebagai pos militer kolonial Belanda.

Sejak awal, Bukittinggi telah menjadi lokasi yang penting bagi Belanda di Sumatra, bagi Jepang selama masa pendudukan di Hindia Belanda, kemudian disusul dengan menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.

Setelah penyerahan Jepang pada tahun 1945, Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus di tahun yang sama. Dalam rangka untuk mendukung revolusi, mereka berinisiatif untuk menerbitkan uang kertas Indonesia ke seluruh wilayah.

Karena Indonesia resminya tetap sebagai koloni Belanda sampai dengan Desember 1949, pihak Belanda mencoba untuk mengembalikan kekuasaan mereka setelah penyerahan Jepang. Dalam periode 1945 – 1949 Indonesia terbagi atas tiga wilayah. Satu wilayah berada dalam kekuasaan Belanda dan menerbitkan uang yang kita kenal sebagai NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Wilayah yang lain dimana dikuasai oleh pergerakan revolusi Indonesia menerbitkan uang yang kita kenal dengan ORI (Oeang Republik Indonesia) pada Agustus 1946. Wilayah yang ketiga dikuasai oleh pemerintah Indonesia, akan tetapi dikarenakan masalah-masalah logistik mengakibatkan uang ORI mengalami masalah untuk diterbitkan di wilayah ini.

Teuku Mohammad (T.M.) Hasan adalah Gubernur Sumatra, ia juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan dalam Kabinet Darurat Sjafruddin Prawiranegara dari 19 Desember 1948 – 13 Juli 1949. Dalam kapasitasnya sebagai gubernur, ia menandatangani emisi uang kertas URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera) tertanggal 17 Agustus 1947 dan diterbitkan di Bukittinggi.

Seperti halnya uang kertas ORI (Oeang Republik Indonesia) yang diterbitkan di pulau Jawa, uang kertas URIPS memiliki sebuah kode rahasia yang tersembunyi dalam nomor serinya. Karena uang kertas URIPS dicetak menggunakan teknik-teknik sederhana, sehingga menyebabkannya mudah dipalsukan. Otoritas keuangan kemudian menciptakan sebuah hubungan khusus di antara ketiga huruf dalam nomor seri untuk memudahkan mengidentifikasi pemalsuan.

Emisi Oeang Republik Indonesia (URIPS), Bukittinggi, Sumatra, 17 Agustus 1947, T.N. Hasan

½ (Setengah) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-512)

Sisi muka dan belakang dicetak dengan warna kecoklatan (bervariasi antara merah mudah kecoklatan ke coklat). Sisi muka memiliki warna dasar hijau.

Nomor seri dicetak dengan warna merah dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dicetak dalam huruf besar, sedangkan huruf di tengah selalu dalam huruf kecil.

Rentang angka menurut pengamatan berkisar dari 01132 sampai 58427.

Kombinasi ketiga huruf hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
sBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
tBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
uBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
vBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
wBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
xCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAB
yCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAB

keterangan:
Cara membaca tabel: seperti yang ditunjukkan oleh panah pada gambar di bawah ini, contoh huruf ke-1 (area warna kuning) adalah "A", huruf kedua (area warna merah muda) adalah "s", maka huruf ketiga adalah "B".

Cara baca bukittinggi.png


1 (Satu) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-513)

Sisi muka dan belakang dicetak berwarna merah atau coklat (bervariasi antara merah, merah kecoklatan sampai coklat). Sisi muka memiliki warna dasar hijau.

Nomor seri dicetak dengan warna hitam dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dalam huruf besar, sedangkan huruf kedua selalu dalam huruf kecil.

Rentang angka menurut pengamatan berkisar antara 04126 sampai 47519.

Kombinasi ketiga huruf hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
oUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRST
pUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRST
qTUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRS
rTUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRS

2½ (Dua) Rupiah (Setengah), 17 Agustus 1947 (KUKI H-514)

Sisi muka dan belakang dicetak dalam warna coklat (bervariasi antara coklat muda sampai coklat). Sisi muka memiliki warna dasar coklat.

Nomor seri dicetak dengan warna hitam dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dalam huruf besar, sedangkan huruf kedua selalu dalam huruf kecil.

Rentang angkanya menurut pengamatan berkisar antara 27180 sampai 53872.

Kombinasi ketiga huruf hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
iNOPQRSTUVWXYZABCDEFGHIJKLM
jMNOPQRSTUVWXYZABCDEFGHIJKL
kNOPQRSTUVWXYZABCDEFGHIJKLM
lNOPQRSTUVWXYZABCDEFGHIJKLM

5 (Lima) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-515)

Sisi muka dan belakang dicetak dengan warna biru (bervariasi antara biru muda sampai biru tua). Sisi muka memiliki warna dasar biru.

Nomor seri dicetak dengan warna merah dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dalam huruf besar, sedangkan huruf kedua selalu dalam huruf kecil.

Rentang angkanya menurut pengamatan berkisar antara 08920 sampai 89753.

Kombinasi ketiga huruf hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
fIJKLMNOPQRSTUVWXYZABCDEFGH
gIJKLMNOPQRSTUVWXYZABCDEFGH
hIJKLMNOPQRSTUVWXYZABCDEFGH

10 (Sepuluh) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-516)

Sisi muka dan belakang dicetak dengan warna coklat (bervariasi antara merah muda kecoklatan sampai coklat). Sisi muka memiliki warna dasar hijau.

Nomor seri dicetak dengan warna merah dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dalam huruf besar, sedangkan huruf kedua selalu dalam huruf kecil.

Rentang angkanya menurut pengamatan berkisar antara 00915 sampai 83899.

Kombinasi ketiga huruf hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXZ
cJKLMNOPQRSTUVWXYZABCDEFGHI
dJKLMNOPQRSTUVWXYZABCDEFGHI
eJKLMNOPQRSTUVWXYZABCDEFGHI

25 (Dua puluh lima) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-517)

Sisi muka dan belakang dicetak dengan warna hijau (bervariasi antara hijau muda hingga hijau tua). Sisi muka memiliki warna dasar merah.

Nomor seri dicetak dengan warna merah dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dalam huruf besar, sedangkan huruf kedua selalu dalam huruf kecil.

Rentang angka menurut pengamatan berkisar antara 01840 sampai 94182.

Kombinasi ketiga huruf hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
aPQRSTUVWXYZABCDEFGHIJKLMNO
bPQRSTUVWXYZABCDEFGHIJKLMNO

Tanggapan dari pembaca sangat diharapkan; silakan kirim email ke info@uang-kertas.com

Sumber:

  • Banknotes and Coins from Indonesia 1945-1990, Yayasan Serangan Umum 1 Maret 1949 & Perum Peruri Jakarta
  • Katalog Uang Kertas Indonesia 1782-1996, Sugiana Handjaja, 1996 issue (KUKI)

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools