Rajah Putih Dari Borneo

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Bila mengganggap bahwa Maluka ini terletak di kepulauan Maluku, maka kita telah membuat satu kesalahan yang sangat besar! Kerajaan Maluka bukannya terletak di kepulauan Maluku tetapi dulunya pernah berdiri pada tahun 1812 di kepulauan Kalimantan bagian selatan, tepatnya di daerah Banjarmasin.

Dalam sejarahnya, di pulau Kalimantan atau dulu lebih dikenal dengan nama Borneo, pernah mempunyai dua orang "Rajah Putih" yang memerintah di koloninya masing-masing. Yang pertama adalah Rajah Putih Brooke, yang memerintah Sarawak di Kalimantan Utara pada tahun 1841-1946. Sedangkan yang kedua adalah Alexander Hare, seorang rajah putih yang memerintah di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan koloni pribadinya yang bernama Maluka pada tahun 1812-1814.

Brooke.jpg
Koin 5 Cent - gambar Charles Johnson Brooke

Sir James Brooke, adalah seorang "Rajah Putih" (The white Rajah), yang memerintah Sarawak dari tahun 1841-1868. Pada tahun 1840, seorang petualang Inggris yang bernama James Brooke mendarat di Kuching dengan kapalnya yang bernama "The Royalist". Pada saat kedatangannya, Brunei sedang mengalami masalah dalam menghadapi pemberontakan yang dilakukan oleh Raja Muda Hashim, seorang pangeran mahkota di Sarawak, yang waktu itu masih menjadi bagian dari wilayah Brunei. Brooke membantu Sultan guna memberantas pemberontakan, dimana pemberontakan akhirnya dapat dipadamkan. Berkat jasanya tersebut, maka pada tanggal 24 September 1941, Brooke diberi hadiah berupa suatu wilayah kecil di Sarawak, sekitar Kuching, dan dianugrahi gelar sebagai Rajah Sarawak.

Hare.jpg
Koin Kerajaan Maluka

James Brooke meninggal pada tahun 1868 dan digantikan oleh keponakannya yang bernama Charles Johnson Brooke, sebagai Rajah Sarawak yang kedua. Pada masa pemerintahannya, Charles Brooke melakukan perluasan wilayah kekuasaanya di Sarawak, dengan menggerogoti wilayah Brunei sendiri. Wilayah Sarawak yang menjadi kedaulatan Brooke akhirnya semakin menjadi besar seperti sekarang ini sedangkan wilayah Brunei malah menjadi semakin-kecil-kecil.

Charles Broke memerintah sampai dengan meninggalnya pada tahun 1917 dan digantikan oleh anaknya yang bernama Charles Viner Brooke sampai dengan tahun 1946. Rajah ketiga ini akhirnya terusir dari kerajaannya, sewaktu Jepang masuk untuk menginvasi Sarawak pada tahun 1941. Setelah perang selesai, pada tahun 1945 Vynerr Brooke kembali ke Sarawak, namun yang dihadapinya adalah masalah keuangan yang cukup berat. Akhirnya pada tahun 1946, Sarawak diserahkan ke Inggris dan menjadi bagian dari kedaulatan Malaysia.

Maluka.jpg
Koin Kerajaan Maluka

Rajah Putih yang kedua adalah adalah Alexander Hare, seorang petualang Inggris. Pada mulanya, Hare pada tahun 1812 diberi suatu wilayah kekuasaan oleh Sultan Banjarmasih, dengan kedudukan sebagai Residen. Namun tak lama memerintah, Hare segera memperluas wilayah kekuasaannya, dengan membentuk koloni sendiri, yang bernama Maluka. Dia mencetak koin-koinnya sendiri sebagai mata-uang yang sah untuk peredaran di wilayah Maluka, dan juga mendatangkan banyak tenaga kerja dari Jawa yang bekerja sebagai kuli-kuli di pertambangan batu bara, Namun masa pemerintahan Hare di Banjarmasin terhitung tidak terlalu lama, hanya 2 tahun saja. Pada waktu setelah kejatuhan VOC tahun 1799 Belanda mulai "mengambil alih" sebagian daerah kekuasaan VOC di Indonesia. Dan pada waktu 1814, Pemerintahan Hindia Belanda berhasil menghancurkan koloni Maluka, serta mengusir Hare dari wilayah Kekuasaannya.

Namun bukan hanya wilayah Maluka saja yang ditaklukan. Belanda memasuki dan menguasai seluruh daerah-daerah di seluruh Nusantara, termasuk daerah-daerah yang dulu belum tersentuh oleh VOC. Daerah-daerah pertambangan emas montrado di Kalimantan Barat dan pertambangan timah di Bangka, yang dahulu dikuasai dan dikelola dengan sistem kongsi-kongsi Cina, semuanya berakhir ke tangan Belanda.

MalukaHare.jpg
Koin Kerajaan Maluka

Dari koin kita bisa melihat sejarah! Dari koin-koin yang dulu pernah dicetak oleh Brooke dan Hare, maka sampai sekarang kita masih dapat melihat apa dan bagaimana koin-koin yang dulu pernah menjadi tanda kebesaran para Rajah Putih dari pulau Kalimantan tersebut. Khusus untuk koin-koin Maluka, mengingat koin-koin tersebut dicetak tidak terlalu banyak, dan lagipula masa pemerintahan Hare yang sangat pendek, maka koin-koin dari kerajaan Maluka merupakan koin-koin yang cukup langka dan saat ini sangat sulit untuk diproleh.

Penulis: Adityia M

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com


Personal tools