Sejarah Emas Dan Koin Emas Indonesia

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.
Awal Penemuan Emas

Emas, logam mulia yang disukai semua orang diduga pertama kali ditemukan sekitar 4000 SM di sebuah peradaban di Eropa Timur. Saat itu diduga emas mulai digunakan sebagai bahan perhiasan. Kemungkinan besar emas ditambang dari Pegunungan Alpen Transilvania atau di Gunung Pangaion di Thrace, Bulgaria.

Penggunaan emas sebagai barang perhiasan juga ditemukan di Sumeria, Irak Selatan sekitar tahun 3000 SM. Pada tahun 2500 SM, di Abydos Mesir - ditemukan berbagai macam perhiasan terbuat dari emas pada makam Raja Zer - dinasti pertama Mesir. Pada tahun 1500 SM, Mesir sudah dianggap sebagai bangsa sangat kaya karena emasnya, bahkan koin emas berukuran 11,3 gram yang dikenal sebagai Shekel sudah dijadikan standard alat tukar perdagangan internasional.

Tak kalah menariknya bangsa Babilon menggunakan api sebagai cara untuk menguji kadar emas suatu perhiasan pada tahun 1350 SM. Sementara itu, bangsa Mesir menemukan cara memperpanjang umur emas dengan memasukkan emas pada suatu daun pada tahun 1200 SM. Kala itu mereka juga sudah mencoba mencampur emas dengan logam lain untuk meningkatkan kekerasan emas dan memberikan variasi warna. Mereka juga menemukan teknik penggunaan lilin untuk pembuatan perhiasan emas.

Sekitar tahun 1091 SM, koin kecil terbuat dari emas berbentuk persegi digunakan sebagai mata uang di daerah China. Pada tahun 560 SM, koin-koin pertama terbuat dari emas murni telah digunakan di Lydia, sebuah kerajaan di Asia Minor di daerah Turki. Di bawah ini gambar salah satu koin emas yang digunakan di Lydia:

Image001.jpg


Sejak masa Alexander The Great (tahun 344 SM) emas digunakan sebagai lambang kejayaan atau kekuasaan. Alexander The Great menaklukkan dunia dari daratan Yunani, Laut Tengah, Mesir, Asia Minor, Persia hingga India Utara. Namanya diabadikan menjadi nama salah satu kota di Mesir yaitu Alexandria atau Iskandariyah. Pada saat menaklukkan Persia, Alexander The Great mengerahkan 41.000 pasukannya untuk mendapatkan lebih dari 50 ton emas!

Emas pada Jaman Kerajaan Nusantara
Emas pada Jaman Sriwijaya

Siapa yang tak kenal kerajaan besar Sriwijaya? Dalam bahasa Sansekerta, "Sri" berarti "bercahaya" dan "wijaya" berarti "kemenangan". Sriwijaya adalah kerajaan besar di abad ke-7 yang menguasai hampir seluruh kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara. Wilayah kekuasaan Sriwijaya mulai dari Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, Kamboja hingga Vietnam Selatan. Pendeta dari Tiongkok I-tsing yg melakukan perjalanan ke Sumatera pada tahun 671 melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Budha dan pengunjung yang datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan.

Pulau Sumatera pada masa Sriwijaya disebut sebagai "Swarna dwipa" atau bumi emas karena kekayaan emas yang terkandung di bumi Sumatera. Saat itu kerajaan Melayu sangat kaya raya karena kekayaan emasnya. Tak heran Sriwijaya kemudian menaklukkan kerajaan Melayu sehingga Sriwijaya kemudian sangat kaya raya karena emasnya. Berbagai peninggalan emas ditemukan di Rantaukapastuo, Muarabulian, Jambi antara lain arca emas Avalokiteçvara yang bergaya Malayu-Sriwijaya dan berbagai peninggalan lainnya yang terbuat dari emas.

Emas pada Jaman Kerajaan Mataram Kuno

Pada masa kerajaan Mataram Kuno emas juga merupakan simbol kemakmuran negara. Berbagai peninggalan kerajaan seperti mahkota yang terbuat dari emas ditemukan di wilayah Prambanan Klaten. Selain itu di bulan Agustus 2010 kita dikejutkan dengan raibnya koleksi perhiasan emas kerajaan Mataram Kuno di musium Sonobudoyo Jogja.

Selain berbagai macam arca, mahkota dan perhiasan emas ternyata kerajaan Mataram Kuno juga mempunyai mata uang koin emas sekitar tahun 850/860 Masehi. Koin-koin berbahan emas tersebut adalah:

  1. Masa (Ma), berat 2.40 gram
  2. Atak, berat 1.20 gram
  3. Kupang (Ku), berat 0.60 gram
  4. ½ Kupang (0.30 gram)
  5. Saga (0,119 gram).

Koin-join emas ini sangat kecil dengan satuan terbesar (Masa) hanya berukuran 6 x 6/7 mm saja.

Image002.jpg


Emas pada Masa Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)

Seperti halnya kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, tradisi mengagungkan emas sebagai lambang kekuasaan dan kemakmuran juga terjadi pada masa kerajaan Jenggala. Kerajaan Jenggala merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pada masa ini koin-koin emas mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya dari berbentuk kotak menjadi agak bundar. Pada saat itu karena uang kepeng Cina sangat banyak beredar, akhirnya dipakai secara resmi sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.

Image003.jpg

{{clr}]

Emas pada Masa Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)

Kerajaan Samudra Pasai di wilayah Aceh merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia ( tahun 1267). Hal ini didasarkan berita Marcopolo (tahun 1292); Ibnu Batutah (abad 13) dan batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (tahun 1297) yang merupakan Raja pertama Samudra Pasai. Selama 3 abad Samudra Pasai sangat maju dalam perdagangan internasionalnya. Saat itu kerajaan mengekspor lada, sutra, kapur barus, dan emas yang didatangkan dari daerah pedalaman. Sebagai bandar dagang yang maju, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang sebagai alat pembayaran. Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad (1297-1326). Mata uang terbuat dari emas ini disebut Dirham atau Mas. Ukurannya kecil berdiameter 10-11 mm dan mempunyai berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar "Malik az-Zahir" atau "Malik at-Tahir".

Image004.jpg


Emas pada Masa Kerajaan Majapahit

Salah satu kerajaan terbesar di Nusantara adalah Majapahit. Menurut kakawin Negarakertagama (1365) karya empu Prapanca, wilayah kekuasaan Majapahit meliputi Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Filipina selatan, Maluku, Nusa Tenggara hinga Papua. Catatan yang berasal dari Italia mengenai Majapahit didapatkan dari catatan perjalanan Mattiussi, seorang pendeta Ordo Fransiskan dalam bukunya: "Perjalanan Pendeta Odorico da Pordenone". Ia menyebutkan bahwa istana raja Majapahit sangat mewah dan mengagumkan, penuh bersepuh emas! Selain koin kepeng, penggunaan koin emas sebesar biji jangung juga mulai marak di jaman Majapahit. Mata uang emas yang banyak ditemukan di situs Majapahit, kebanyakan berupa uang "Ma", (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau terkadang dalam huruf Jawa Kuno. Selain "Ma" ditemukan juga koin emas satuan tahil, yang diawali dengan tulisan "ta" dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat antara 2,4 – 2,5 gram.

Selain uang "Ma" masih ada beberapa mata uang emas berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Hal ini seperti dilaporkan oleh Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa (Majapahit) orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang.

EmasImage005.jpg


Kitab Negarakertagama juga menyebutkan kalau iring-iringan raja Majapahit yang menghias kereta dengan berbagai perhiasan emas. Apalagi dalam setiap jamuan kenegaraan atau pesta besar, semua peralatan pesta dan perjamuan terbuat dari emas berhiaskan permata indah, termasuk kotak sirih pinang berbalut emas. Konon cerita pada masa kejayaan Majapahit, kolam Segaran yang aslinya tempat pemandian para selir juga digunakan sebagai tempat pesta foya-foyanya keluarga kerajaan. Apabila ada pesta besar atau jamuan kerajaan seluruh peralatan makan minum dari emas yang sudah dipakai langsung dilemparkan ke tengah kolam Segaran tersebut!

Koin emas pada jaman Majapahit

Melihat sejarah penemuan emas hingga emas pada jaman kerajaan di bumi Nusantara ini sangatlah jelas emas mempunyai peranan yang sangat penting sebagai simbol kekuasaan, kekuatan, kemakmuran dan kekayaan suatu kerajaan. Tak hanya saat ini, sampai dunia ini kiamat kemungkinan besar emas masih merupakan logam mulia yang memegang peranan penting koin emas kuno akan semakin mahal nilainya. Tertarik mengkoleksi koin emas?

Penulis: Final Prajnanta

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com


Personal tools