Uang PRRI Manado

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Uang PRRI Manado

Pemberontak PRRI di Sulawesi Utara sering disebut PRRI / Permesta atau Permesta saja, agaknya agar bisa dibedakan dengan yang di Sumatera Tengah. Bukti numismatik yang kita warisi menunjukan para pemberontak di sana mengaku sebagai bagian PRRI, juga tanda-tangan Kol. Joop F. Warouw selaku Wakil Perdana Mentri.

Menurut Kahin (Audrey R. Kahin & George McT. Kahin, Subversi Sebagai Politik Luar Negeri, menyingkap keterlibatan CIA di Indonesia, Grafiti, Jakarta 1997), Warouw baru menjabat Wakil Perdana Menteri setelah Bukittingi jatuh 4 Mei 1958, dan ibukota PRRI secara resmi pindah ke Manado. Warouw yang semula menjadi Atase Militer Kedutaan Besar RI di Peking (Beijing) dipecat dari TNI dua hari kemudian (6 Mei)

Kol. Alex Evert Kawilarang, Atase Militer Kedutaan Besar RI di Washington DC, juga kembali ke Manado pada 13 April. Menurut Harvey (Barbara Silas Harvey, Permesta, Pemberontakan Setengah Hati, Grafiti Pers, Jakarta 1984), dia menolak jabatan Panglima Tertinggi PRRI. Yang jelas dia tidak dipecat dari TNI.

PrriManado 01.JPG PrriManado 02.JPG PrriManado 03.JPG PrriManado 04.JPG PrriManada 08.jpg PrriManado 05.JPG

Kegiatan militer Permesta dibuka dengan serangan udara AUREV (AU REVolusioner) sejak 13 April atas Makasar, Balikpapan, Ambon, serta pendaratan pasukan di Jailolo (Halmahera) dan Morotai (Jatuh 29 April). Pasukan Permesta juga menyerang Parigi (dekat Palu, Sulawesi Tengah) 8 Mei dan merebutnya dalam seminggu.

Namun keadaan segera berbalik dengan serangan AURI sejak 10 Mei atas Manado dan Tondano, tertembak jatuh dan tertangkapnya pilot AS, Allen Pope (18 Mei), jatuhnya Morotai (20 Mei) disusul pangkalan-pangkalan di Halmahera, Kep. Sangihe-Talaud (21 Mei) dan Gorontalo.

Sejak pemboman Manado (22 Pebruari) Markas Besar Permesta dipindahkan ke Pineleng, Pinggiran kota Manado. Manado jatuh (26 Juni) setelah digempur sejak 8 Juni, disusul Tondano (21 Juli), Tomohon (16 Agustus), Langoan (20 Agustus), Kawangkoan, dan Amurang (akhir September 1958). Pemerintah Permesta mundur ke Tomohon, lalu dari Kawangkoan ke Tompaso Baru, terakhir ke Modoinding dan bertahan di perbatasan hingga ibukota Bolaang Mongondow, Kotamobagu, jatuh 18 September 1959.

Hal yang langsung menyangkut UK Permesta hanya satu. Harvey mencatat : Ketika berada di Modoinding, Permesta pernah mengeluarkan uang serta pranko (yang dicetak di luar negeri, mungkin sekali di Hong Kong). Mungkin yang dimaksud HP-32/36 yang menurut KUKI 1996 atau Katalog Pick “printed in Belgium” dan “not issued”

UK Permesta yang terdata pada KUKI 1996 terdiri atas pecahan Rp 5 – 10 – 25 – 50 – 100 – 500 – 1000 tahun 1958 dan Rp 500 – 1000 – 5000 tahun 1959. Serinya 2 huruf dan nomornya 5 angka. Ada hal yang menarik. Pak Alim Sumana menggambarkan bahwa Seri yang 2 huruf itu adalah singkatan nama-nama sang tokoh. Seseorang yang mengaku berperan dalam pencetakanya mengabarkan nomornya tidak pernah dimulai dengan angka “0”. Nah !

PrriManado 09.jpg PrriManado 06.JPG PrriManado 07.JPG

Seri-nomor masing-masing pecahan yang dapat kami peroleh menunjukan :

  • 1958
    • Rp.5 -- AK 23840-33365-35304
    • Rp.10 -- AK 32633-36788-63225
    • Rp.25 -- AK 54757-76923-83227 BH 12081* DJ 72466*-81438*-83060* JT 36277 JW 49175*-49192 MS 50529*-61443
    • Rp.50 -- AK 72906 JW 29420-29791 VS 12616 WP 51075-68441 SD 39520
    • Rp.100 -- AK 11919-11927-16302 BN 82042 DJ 86021-89548 JS 55513-59584-81035 JW 56976 MS 65618 SD 51720-63480 SP 29339 VS 41623-41662-46658
    • Rp.500 -- AK 17346-34942*-50598*-54423*-74388*-81245*-88026 DR 31827-34921-71418-83104
    • Rp.1000 -- AK 11313*-12988*-14212-19430*
  • 1959
    • Rp.500 -- AK 15749-21787 JW 26085-26264-36174-41977-54362-77817-84403-86237
    • Rp.1000 -- AK 17934-21352-28203-28294-38339
    • Rp.5000 -- MS 13210-18263-19090-23953-34339-41562

Kita mendapat singkatan AK – BH – BN – DJ – DR – JS – JT – JW – MS – SD – SP – VS – WP. Nama-nama siapakah? Sungguh tidak mudah. AK memang mirip Alex (Evert) Kawilarang; JW mungkin Joop (F) Warouw; VS mungkin (Herman Nicolas) “Ventje” Sumual; JS mungkin (Daniel) Julius (atau Joes) Samba; JT mungkin Jan Timbuleng; DR mungkin Dolf Runturambi. Tidak berlebihan kiranya kalau kita menduga : BH yang dimaksud adalah Burhanuddin Harahap; SD adalah Soemitro Djojohadikoesoemo; SP adalah Sjafrudin Prawiranegara. Mungkinkah MS menunjukkan Maludin Simbolon; BN adalah “Boyke” Nainggolan? Melihat deretan nama-nama ini rasanya kita memang kehilangan Dahlan Djambek (DJ?). Dari 13 singkatan “nama” tokoh-tokohnya, tinggal WP (dan DJ) yang belum terlacak. Tak satu pun nomor yang sempat kami pantau berawal angka “0”. Kabar itu ada benarnya. Yang rasanya juga tidak dipakai adalah awalan “9”. Dan yang rasanya aneh adalah cukup banyaknya nomor dengan angka kembar. Dari 78 data, 53 nomor (68%) punya angka kembar. Entah apa maknanya. Kami juga menemukan satu variasi menarik, yang pada data kami tunjukan dengan tanda ”*”. Beda, perhatikan huruf N pada No. Yang mengawali nomornya, baru kami temukan pada seluruh pecahan Rp.25 dengan seri BH, DJ, JW, MS, dan seluruh pecahan Rp.500 dan Rp.1000 tahun 1958 dengan seri AK. Perhatikan pula bahwa seri AK dan JT pecahan Rp.25, dan seri DR pecahan Rp.500 tahun 1958 ditera dengan huruf N ragam yang lain. Entah bagaimana riwayatnya. Itulah yang kami ketahui tentang UK PRRI Manado.

Adi Pratomo, 27 Desember 2000

Jurnal Rupiah No.62 (Februari 2001)

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools