Uang kertas Proof 10-Cent Netherlands Indies

From Help

Jump to: navigation, search
menuju ke www.kintamoney.com
Lihat daftar artikel.

Sepertinya uang kertas ini didisain di kamp tawanan Perang Dunia II (POW _ Prison Of War).
oleh Rob Huisman

10-Cent-proof-note1-300x180.jpg

Pada akhir tahun 2003, setumpuk uang kertas yang tidak dikenal sebelumnya, yaitu jenis Proof-Netherlands Indies 10 Cent yang berjumlah antara 15-20 lembar ditawarkan untuk dijual di Indonesia. Dilaporkan bahwa uang tersebut dimiliki oleh cucu dari seorang mantan pegawai De Javasche Bank (Java Bank, pemegang otoritas peredaran uang kertas dari tahun 1828 sampai dengan tahun 1953 di daerah jajahan Belanda Indonesia). Saya merasa beruntung bisa mendapatkan uang kertas tersebut dalam kondisi AUNC dengan sedikit bercak tropis seharga US$400, dan saat ini diketahui terdapat sekitar lebih dari 5 lembar di tangan kolektor atau telah terjual di rumah lelang. Memang kadang sering terjadi penemuan uang kertas lama, dan kejadian tersebut mendorong saya untuk melakukan penyelidikan guna mendapatkan kepastian tentang keaslian uang kertas tersebut dan latar belakang sejarah yang sangat menarik dari uang kertas yang bentuknya kecil ini.

Ukuran uang kertas 10 Cent ini adalah 100 x 60 milimeter. Uang kertas ini hanya dicetak pada satu sisi saja dalam dua warna serta tidak memiliki nomor seri ataupun tanda air (watermark). Dari jenis uang kertasnya serta disainnya menunjukkan bahwa uang kertas proof tersebut adalah asli. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan saya dalam usaha guna menentukan tahun berapa uang kertas jenis proof ini.

  • Disainnya memiliki kesamaan dengan uang kertas 10 dan 25 set (Indonesia P31 dan P32) terbitan paska Perang Dunia II (WW-II), tertanggal 1 Desember 1947.
  • Ukuran uang kertas ini sama dengan ukuran uang kertas 10 cent paska masa Perang Dunia II, yang tertanggal 1 Desember 1947.
  • Nilai nominal dari uang kertas ini dicetak dalam dua bahasa, yaitu bahasa Belanda (TIEN CENT) dan Bahasa Indonesia (SEPOELOEH SEN); Kombinasi penulisan nominal ini terdapat pada uang kertas dari tahun 1943 yaitu NICA (Netherlands Indies Civil Administration) sampai dengan tahun 1948 yang merupakan terbitan terakhir uang kertas Netherlands Indies dalam masa perang Dunia II (WW-II) diakibatkan dorongan untuk mengekspresikan nasionalismne pada uang kertas yang diterbitkan.
  • Meskipun Seri "Muntbiljet" (uang kertas pemerintah) dari tahun 1920 juga menggunakan istilah "Nederlandsch-Indie" dan "wettig betaalmiddel” (alat pembayaran yang sah), uang kertas pertama yang menggunakan ejaan lama dengan huruf terakhir (ë) adalah Seri "Muntbiljet" yang tertanggal 15 Juni 1940.
  • De Javasche Bank menerbitkan uang kertas dengan pecahan/nominal lima gulden keatas ,sedangkan pecahan/nominal dibawah pecahan/nominal dari uang kertas pemerintah diterbitkan oleh Pemerintahan Hindia belanda.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, saya berpendapat bahwa uang kertas tersebut berasal dari periode antara Juni 1940 sampai Desember 1947. Dalam rise, saya menemukan artikel yang ditulis oleh P.J Soeten (mantan pegawai arsip Bank De Nederlandsche, Bank Sentral Belanda) tentang tidak diterbitkanya uang kertas "De Javasche Bank" dalam periode yang sama dimana hal ini sangat cukup menjelaskan keaslian uang kertas seri "proof" 10 Cent tersebut. Menurut tulisan Soeten, invasi Jerman terhadap Belanda pada bulan Mei 1940 mengakibatkan hancurnya hubungan antara daerah jajahan dengan Joh. Enschedé en Zonen, supplier dari uang kertas di Belanda. Guna memenuhi permintaan uang kertas Netherlands Indies, De Javasche Bank meminta perusahaan percetakan N.V. Kolff’s Offsetdrukkerij di Batavia (sekarang bernama Jakarta) untuk mendisain seri uang kertas yang baru dengan nominal 5, 10, 25, 50 dan 100 gulden. Johannes-Wouterus Donkers, seorang manajer operasi perusahaan percetakan, mengembangkan disain untuk pecahan uang kertas 5 gulden.

Disain uang kertas pecahan 5-gulden kemudian disetujui oleh dewan direksi De Javasche Bank, dan sejumlah kecil uang kertas pecahan tersebut kemudian dicetak. Persiapan juga dilakukan untuk disain uang kertas nominal 10 dan 25 gulden. Sayangnya, hal ini kemudian terganggu oleh adanya invasi Jepang terhadap daerah jajahan belanda pada bulan Maret 1942. Kolff kemudian dengan sengaja menghancurkan uang kertas 5 gulden "proof", namun seorang pekerja percetakan sempat mengamankan beberapa gulungan/lembaran uang kertas yang belum terpotong dan juga sempat mengamankan 500 lembar uang kertas yang sudah jadi (dengan tulisan "SPECIMEN" pada sisi depan dan belakang serta berlubang “BETAALD” [dibayar]). Bersama dengan disain asli, gulungan lembaran dan uang kertas yang dibatalkan dikirim ke De Javasche Bank.

Donkers ditangkap oleh Jepang pada awal April 1942 dan ditempatkan di sebuah kamp di mana ia bergabung dengan beberapa anggota Dewan Direksi De Javasche Bank, termasuk Gerard Gillis van Buttingha Wichers dan JC van Waveren. Selama dalam penangkapanya, Donkers memutuskan untuk merancang seri uang kertas dalam pecahan/nominal 1, 5, 10, 25, dan 50 sen untuk persiapan sewaktu Jepang menyerah. Pada bulan Mei 1943, Donkers dipindahkan ke kamp lain, akan tetapi sebelumnya ia sempat menguburkan disain yang dibuatnya ke dalam sebuah botol besar di rumah dimana ia ditahan.

Setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, Donkers meyakinkan Jenderal Inggris Sir Philip Christison untuk menggali disain uang kertas yang terkubur, yang kemudian dilakukan pada 22 Januari 1946, dibawah perlindungan pasukan militer Gurkha. Ketika menggali mereka menemukan sebuah kaleng biskuit besar yang berisi botol besar, peralatan, dan disain. Dalam kaleng biskuit juga ditemukan sebuah catatan/tulisan yang berbunyi "anak kami menemukan harta kekayaan Anda sewaktu bermain di kebun dan memecahkan sebuah botol, kami telah menaruh semuanya di kaleng biskuit ini dan berharap Anda akan menemukannya dalam kondisi yang baik. Seseorang yang bertempat tinggal sementara di rumah No. 17". Selanjutnya Donkers menyatakan pujiannya yang berbunyi "Ini ciri perempuan Belanda di kamp-kamp Jepang, mengetahui yang seharusnya bahwa isi dari botol ini dapat digunakan untuk membeli makanan!"

Uang kertas yang menggunakan disain tersebut kemudian diproduksi di Percetakan Militer Pertama di Batavia, dipimpin oleh Mr. H. Eikenberg, meskipun dicetak hanya pada satu sisi dengan mengabaikan keberatan yang dikemukakan Donkers. Uang kertas tersebut dimaksudkan untuk diterbitkan bersamaan dengan uang kertas seri baru dari "De Javasche Bank" guna menggantikan uang NICA yang beredar. Disamping memang persediaan stock uang NICA yang ada tidak bisa dipenuhi hanya dengan mencetak uang kertas "De Javasche Bank". Sebagai konsekuensinya, diputuskanlah untuk memperkenalkan uang kertas Netherlands Indies dan diterbitkan uang kertas yang bergambar satu sisi yang dirancang oleh Donkers. Sementara tulisan Soeten tidak berisi gambar dari uang kertas tersebut. Saya meyakini bahwa uang kertas 10 Cent – proof yang saya miliki berasal dari pembuatan masa tersebut dengan dasar bahwa kurun waktunya sesuai/cocok dengan fakta-fakta yang dikemukakan Soeten dan uang kertas "proof" tersebut cocok dengan uang kertas yang kemudian beredar yang dirancang oleh Donkers.

Pada akhir 1947, Donkers melakukan perjalanan ke Belanda. Hanya beberapa minggu setelah kedatangannya, manajemen Kollf meminta Donkers mendisain uang kertas dengan nominal 10 dan 25 cent guna memenuhi permintaan yang tinggi terhadap uang pecahan kecil (receh) di daerah jajahan Belanda-Netherlands Indies akibat terjadinya penimbunan koin tembaga dan perak. Begitu disainnya selesai dan disetujui, Departemen Luar Negeri Belanda meminta Donkers untuk kembali ke Netherlands Indies untuk menangani produksi percetakan uang kertas tersebut.

Akhirnya uang kertas nominal 10 dan 25 cent diedarkan pada tanggal 1 Desember 1947. Pada uang kertas nominal 10 sen terdapat inisial Donkers (JD) pada bagian bawah gambar pohon palem di sisi belakang. Pada nominal 25 sen, inisialnya berada di bawah dekorasi di antara teks undang-undang di sisi belakang.

Pada akhir 2006, saya ditawari dari sana sini uang kertas Netherlands Indies "Proof" dengan nominal 1,5,10.dan 25 cent. Dikarenakan disain dari nominal/pecahan 10 cent identik dengan proof yang saya beli di tahun 2003, saya sangat gembira bercampur penasaran terhadap kemungkinan dimana nominal yang lainya adalah merupakan seri yang sama dari disain Donkers sewaktu menjadi tahanan perang. Setelah uang kertas tersebut ada ditangan, saya dan beberapa ahli uang kertas Belanda menyimpulkan bahwa semua nominal uang kertas tersebut kecuali yang nominal 10 cent adalah uang kertas hasil pemalsuan dari hasil buatan pencetak inkjet modern menggunakan kertas yang dibuat mirip. Meskipun temuan ini mengecewakan, saya pribadi sangat meyakini bahwa uang kertas asli pasti masih ada di suatu tempat sebab disainnya sangat-sangat mendekati sempurna pada semua segi, menunjukan bahwa si pelaku pemalsuan mempunyai akses dengan cetakan disain yang dibuat Donkers dan seharusnya cetakan tersebut telah dihancurkan oleh pihak militer. Hanya waktu yang akan membuktikanya.

Sumber Boegheim, L.MJ. De Beeldenaar (majalah Numismatic Belanda yang terbit Dua bulanan), terbitan Juli/Agustus tahun 2000, tahun ke-24, Nomor 4, "De Nederlandsch-Indië Noodgeldemissie 1947" halaman 175-182.

Soetens, P.J. Jaarboek voor en munt penningkunde (Buku tahunan untuk Koin dan Medali), tahun 1971/1972, "Enige aantekeningen rondom niet di gekomen circulatie bankbiljetten van de Javasche Bank NV model 1942 en de Nederlandsch-Indische model muntbiljetten 1940 en 1946," halaman 159-164.

Catatan redaksi:

  • Proof 1 sen 1946 kondisi UNC terjual pada harga Rp 5 juta pada Java Auction 2009. Sedangkan pada Java Auction 2008, selembar proof 1 sen kondisi UNC terjual pada harga Rp.10.500.000
  • 2 lembar proof 10 sen 1946 kondisi UNC terjual pada harga Rp 5 juta dan 4 juta pada Java Auction 2009, sedangkan pada Java Auction 2008, ada 2 lembar proof 10 sen kondisi UNC terjual pada harga Rp 5 juta dan 5,5 juta.
  • Proof 25 sen 1946 kondisi EF terjual pada harga Rp 17,5 juta pada Java Auction 2009. Pada Java Auction 2008, juga terjual selembar 25 sen pada harga yang sama.
  • Proof 5 sen 1946 terjual seharga Rp 7.750.000 pada Java Auction 2008.

Lihat pula

menuju ke www.kintamoney.com
Personal tools