Rahasia nomor seri uang kertas Bukittinggi

From Help

(Difference between revisions)
Jump to: navigation, search
Line 27: Line 27:
Nomor seri dicetak dengan warna merah dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dicetak dalam huruf besar, sedangkan huruf di tengah selalu dalam huruf kecil.
Nomor seri dicetak dengan warna merah dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dicetak dalam huruf besar, sedangkan huruf di tengah selalu dalam huruf kecil.
-
Kisaran angka menurut pengamatan berkisar dari 01132 sampai 58427
+
Rentang angka menurut pengamatan berkisar dari 01132 sampai 58427.
Kombinasi ketiga hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:
Kombinasi ketiga hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:
Line 51: Line 51:
|}
|}
   
   
-
1 (Satu) Rupiah, 17 August 1947 (KUKI H-513)
+
'''1 (Satu) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-513)'''
-
Obverse and reverse printed in red or brown (varying from red, red brown to chocolate brown). The obverse has a green under print.
+
Sisi obverse dan reverse dicetak berwarna merah atau coklat (bervariasi antara merah, merah kecoklatan sampai coklat). Sisi obverse memiliki warna dasar hijau.
-
The serial number is printed in black and consists of 5 numbers and 3 characters. The first and last character are always capitals and the middle character is always in lower-case.
+
Nomor seri dicetak dengan warna hitam dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dalam huruf besar, sedangkan huruf kedua selalu dalam huruf kecil.
-
The number range is observed from 04126 till 47519
+
Rentang angka menurut pengamatan berkisar antara 04126 sampai 47519.
The characters only exist in specific combinations according to the following table:
The characters only exist in specific combinations according to the following table:
-
1st A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
+
{| border=0 style="font-family:Courier new;" cellspacing="4" cellpadding="4"
-
o U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T
+
|| ||Huruf ke-2||colspan=26|Huruf ke-1
-
p U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T
+
|-
-
2nd q 3rd T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S
+
|rowspan=8|Huruf ke-3|| ||A||B||C||D||E||F||G||H||I||J||K||L||M||N||O||P||Q||R||S||T||U||V||W||X||Y||Z
-
r T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S
+
|-
 +
||o||U||V||W||X||Y||Z||A||B||C||D||E||F||G||H||I||J||K||L||M||N||O||P||Q||R||S||T
 +
|-
 +
||p||U||V||W||X||Y||Z||A||B||C||D||E||F||G||H||I||J||K||L||M||N||O||P||Q||R||S||T
 +
|-
 +
||q||T||U||V||W||X||Y||Z||A||B||C||D||E||F||G||H||I||J||K||L||M||N||O||P||Q||R||S
 +
|-
 +
||r||T||U||V||W||X||Y||Z||A||B||C||D||E||F||G||H||I||J||K||L||M||N||O||P||Q||R||S
 +
|}
-
2½ (Dua) Rupiah (Setengah), 17 August 1947 (KUKI H-514)
+
''2½ (Dua) Rupiah (Setengah), 17 Agustus 1947 (KUKI H-514)'''
Obverse and reverse printed in brown (varying from light brown to chocolate brown). The obverse has a brown under print.
Obverse and reverse printed in brown (varying from light brown to chocolate brown). The obverse has a brown under print.

Revision as of 01:10, 22 December 2010

Lihat daftar artikel.

Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatra (URIPS) 1947-1948
Februari 2008
oleh Rob Huisman

Kata Pengantar

Uang kertas Bukittinggi (gambar berasal dari uang-kertas.com)

Bukittinggi adalah sebuah kota yang cukup besar yang berlokasi di pantai barat Sumatra, Indonesia. Nama kota ini berasal dari tahun 1949 ketika Indonesia merdeka dari Belanda. Sebelumnya kota ini bernama Fort de Kock dan aslinya didirikan sebagai sebuah pos dari militer kolonial Belanda.

Sejak awal, Bukittinggi telah menjadi lokasi yang penting bagi Belanda di Sumatra, bagi Jepang selama masa pendudukan di Hindia Belanda, kemudian menjadi disusul dengan menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.

Setelah penyerahan Jepang pada 1945, Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus di tahun yang sama. Dalam rangka untuk mendukung revolusi, mereka berinisiatif untuk menerbitkan uang kertas Indonesia ke seluruh wilayah.

Karena Indonesia resminya tetap sebagai koloni Belanda sampai dengan Desember 1949, pihak Belanda mencoba untuk mengembalikan kekuasaan mereka setelah penyerahan Jepang. Dalam periode 1945 – 1949 Indonesia terbagi atas tiga wilayah. Satu wilayah berada dalam kekuasaan Belanda dan menerbitkan uang yang kita kenal sebagai NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Wilayah yang lain dimana dikuasai oleh pergerakan revolusi Indonesia menerbitkan uang yang kita kenal dengan ORI (Oeang Republik Indonesia) pada Agustus 1946. Wilayah yang ketiga dikuasai oleh pemerintahan Indonesia, akan tetapi dikarenakan masalah-masalah logistik mengakibatkan uang ORI mengalami masalah untuk diterbitkan di wilayah ini.

Teuku Mohammad (T.M.) Hasan adalah Gubernur Sumatra, ia juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan dalam Kabinet Darurat Sjafruddin Prawiranegara dari 19 Desember 1948 – 13 Juli 1949. Dalam kapasitasnya sebagai gubernur, ia menandatangani emisi uang kertas URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera) tertanggal 17 Agustus 1947 dan diterbitkan di Bukittinggi.

Seperti halnya uang kertas ORI (Oeang Republik Indonesia) yang diterbitkan di pulau Jawa, uang kertas URIPS memiliki sebuah kode rahasia yang tersembunyi dalam nomor serinya. Sejak uang kertas URIPS dicetak menggunakan teknik-teknik sederhana menyebabkannya mudah dipalsukan. Otoritas keuangan kemudian menciptakan sebuah hubungan khusus di antara ketiga huruf dalam nomor seri untuk memudahkan mengidentifikasi pemalsuan.

Emisi Oeang Republik Indonesia (URIPS), Bukittinggi, Sumatra, 17 Agustus 1947, T.N. Hasan

½ (Setengah) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-512)

Sisi obverse dan reverse dicetak dengan warna kecoklatan (bervariasi antara merah mudah kecoklatan ke coklat). Sisi obverse memiliki warna dasar hijau.

Nomor seri dicetak dengan warna merah dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dicetak dalam huruf besar, sedangkan huruf di tengah selalu dalam huruf kecil.

Rentang angka menurut pengamatan berkisar dari 01132 sampai 58427.

Kombinasi ketiga hanya ditemukan dalam kombinasi khusus sesuai tabel berikut:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
sBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
tBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
uBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
vBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
wBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZA
xCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAB
yCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAB

1 (Satu) Rupiah, 17 Agustus 1947 (KUKI H-513)

Sisi obverse dan reverse dicetak berwarna merah atau coklat (bervariasi antara merah, merah kecoklatan sampai coklat). Sisi obverse memiliki warna dasar hijau.

Nomor seri dicetak dengan warna hitam dan terdiri dari 5 angka dan 3 huruf. Huruf pertama dan terakhir selalu dalam huruf besar, sedangkan huruf kedua selalu dalam huruf kecil.

Rentang angka menurut pengamatan berkisar antara 04126 sampai 47519.

The characters only exist in specific combinations according to the following table:

 Huruf ke-2Huruf ke-1
Huruf ke-3 ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
oUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRST
pUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRST
qTUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRS
rTUVWXYZABCDEFGHIJKLMNOPQRS

2½ (Dua) Rupiah (Setengah), 17 Agustus 1947 (KUKI H-514)'

Obverse and reverse printed in brown (varying from light brown to chocolate brown). The obverse has a brown under print.

The serial number is printed in black and consists of 5 numbers and 3 characters. The first and last character are always capitals and the middle character is always in lower-case.

The number range is observed from 27180 till 53872

The characters only exist in specific combinations according to the following table:

1st A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

	i	 	N	O	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H	I	J	K	L	M

2nd j 3rd M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L

	k	 	N	O	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H	I	J	K	L	M
	l	 	N	O	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H	I	J	K	L	M

5 (Lima) Rupiah, 17 August 1947 (KUKI H-515)

Obverse and reverse printed in blue (varying from light blue to dark blue). The obverse has a blue under print.

The serial number is printed in red and consists of 5 numbers and 3 characters. The first and last character are always capitals and the middle character is always in lower-case.

The number range is observed from 08920 till 89753

The characters only exist in specific combinations according to the following table:

1st A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

	f	 	I	J	K	L	M	N	O	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H

2nd g 3rd I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H

	h	 	I	J	K	L	M	N	O	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H

10 (Sepuluh) Rupiah, 17 August 1947 (KUKI H-516)

Obverse and reverse printed in brown (varying from pink brown to chocolate brown). The obverse has a green under print.

The serial number is printed in red and consists of 5 numbers and 3 characters. The first and last character are always capitals and the middle character is always in lower-case.

The number range is observed from 00915 till 83899

The characters only exist in specific combinations according to the following table:

1st A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

	c	 	J	K	L	M	N	O	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H	I

2nd d 3rd J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H I

	e	 	J	K	L	M	N	O	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H	I

25 (Dua puluh lima) Rupiah, 17 August 1947 (KUKI H-517)

Obverse and reverse printed in green (varying from light green to dark green). The obverse has a red under print.

The serial number is printed in red and consists of 5 numbers and 3 characters. The first and last character are always capitals and the middle character is always in lower-case.

The number range is observed from 01840 till 94182

The characters only exist in specific combinations according to the following table:

1st A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z 2nd a 3rd P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L M N O

	b	 	P	Q	R	S	T	U	V	W	X	Y	Z	A	B	C	D	E	F	G	H	I	J	K	L	M	N	O
====
The author would like to receive feedback; please e-mail via info@uang-kertas.com
====
Source:
Banknotes and Coins from Indonesia 1945-1990, Yayasan Serangan Umum 1 Maret 1949 & Perum Peruri Jakarta

Katalog Uang Kertas Indonesia 1782-1996, Sugiana Handjaja, 1996 issue (KUKI)

Personal tools