Sekilas tentang Uang Djambi

From Help

Revision as of 06:43, 20 December 2010 by Stanley (Talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search

Dunia uang daerah (Urida) sebenarnya relatif baru saya geluti akhir-akhir ini saja. Meski telah lama mengetahui eksistensi jenis ini, namun saya tidak pernah melirik padanya karena penampilannya yang sekena-kenanya dan menggunakan teknik sangat sederhana. Lihat saja KUKI # H 692 dan 693, Urida dari Ketjamatan Lima Poeloeh, sekilas lebih mirip ramalan buntut togel ketimbang alat bayar yang sah. Urida Palembang H # 746 - 758 konon menggunakan ukiran ubi sebagai alat stempel / mencetak!

Urida menggunakan bahan apa adanya: kertas tulis, kertas bungkus semen, pembungkus roti, dll. Mutu dan kondisinya yang rata-rata di bawah standard koleksi dalam album saya. Lagi pula harga Urida tidak lebih murah ketimbang lainnya. Dengan harga yang setinggi itu, saya lebih tertarik berbelanja jenis Netherlands Indies atau Indonesia lainnya yang lebih high profile.

Menjelang akhir 2003, melalui dunia maya dan perantara Javaman691, saya berkenalan dengan Mr. Rob Huisman (kawan dekat dari Hans van Weeren: seorang kolektor senior uang Indonesia). Ia cukup aktif melanglang di Ebay memburu Urida kita. Rasa penasaran terhadap minatnya inilah yang membuat saya ingin berkenalan lebih jauh padanya. Ternyata laki-laki yang mudah diajak berdiskusi ini justru kurang menyukai uang kertas dari Belanda, negeri tempat ia berasal. Ia lebih berminat dengan uang Indonesia sebelum kemerdekaan dan Urida. Selanjutnya Rob Huisman adalah orang yang mempengaruhi saya untuk menekuni jenis ini.

Saat itu saya merasakan betapa pengetahuan saya terhadap Urida tidak sepadan jika dibandingkan Rob. Saya mengingat dengan jelas, jenis pertama yang saya miliki adalah uang Djambi nominal Rp 25 (KUKI # H-580). Malam menjelang akhir tahun 2003, dari hasil berdiskusi dengannya saya memperoleh beberapa pengetahuan terhadap sistem penomoran Urida Djambi. (Ulasan ini ternyata pernah pula dibahas dalam "Jurnal Rupiah" yang ditulis oleh peneliti senior tentang numismatika dari Kota Pahlawan yakni Adi Pratomo)

Deretan huruf yang dipakai, ternyata tidak sembarangan rangkaian melainkan kode huruf sebagai alat kontrol peredaran uang. Dipergunakan pada uang kertas daerah Djambi H-575 s/d H-579. Adapun kode tersebut adalah sbb:

  • Huruf pertama: A — Z
  • Huruf kedua: N — Z, A — M
  • Huruf ketiga: Z — A
  • Huruf keempat: M — A, Z — N
  • Huruf kelima: Z — A (skipping character)

Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini:

File:Ani-15-sep-2005-rupadhatu-1.png
Urida Djambi dengan berbagai kode huruf (gambar berasal dari Buletin ANI)
Huruf 1 Huruf 2 Huruf 3 Huruf 4 Huruf 5
ANZMY
BOYLW
CPXKU
DQWJS
ERVIQ
FSUHO
GTTGM
HUSFK
IVREI
JWQDG
KXPCE
LYOBC
MZNAA
NAMZZ
OBLYX
PCKXV
QDJWT
REIVR
SFHUP
TGGTN
UHFSL
VIERJ
WJDQH
XKCPF
YLBOD
ZMANB


Personal tools